BANTENRAYA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bank Indonesia Provinsi Banten atau BI Banten menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5,19 persen pada triwulan I 2025 akan berdampak positif terhadap sektor investasi.
Kepala KPw BI Banten Ameriza Ma’ruf Moesa mengatakan, sektor investasi menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif dan akan terus melanjutkan trennya pada triwulan II 2025.
Berdasarkan sumber pengeluarannya, sektor investasi berkontribusi sebesar 0,57 persen naik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,52 persen.
“Artinya, apabila investasi tinggi, secara otomatis penyerapan tenaga kerja juga tinggi, dan mereka juga membutuhkan konsumsi. Jika dilihat dari sisi sektor Konsumsi ini berkontribusi sebesar 3,02 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Banten,” kata Ameriza kepada awak media, Kamis 8 Mei 2025.
Baca Juga: Hobi Traveling, Kunjungi Tempat-tempat Ikonik di Banten
Pertumbuhan ekonomi di Banten juga menjadi yang paling tinggi se pulau Jawa jika dibandingkan dengan wilayah lain, misalnya DI Yogyakarta yang biasanya menempati urutan pertama pada triwulan ini hanya tumbuh 5,11 persen berada di posisi kedua.
Kinerja positif ekonomi Banten, yang ditopang oleh industri pengolahan dan sektor pertanian yang tumbuh signifikan 18,68 persen menjadi
“Memang angka 5,19 ini diluar dugaan kita, bahkan pertama kali dengan tingginya perekonomian Banten, namun kita tahu bahwa Banten ini industri yang memang didominasi oleh produsen bahan dasar seperti kimia dan baja itu tidak terlalu terdampak akibat perang tarif dagang yang saat ini sedang terjadi, kita masih tertolong karena beda dengan produk tekstil,” terangnya.
Beberapa peluang investasi yang memungkinkan terjadi pada pertengahan tahun 2025 ini antara lain pembangunan MRT di Serpong hingga trayek baru KRL hingga Kota Serang.
Baca Juga: Jual 19 Ekor Sapi Bantuan Kementerian Pertanian, Dua Pria di Kabupaten Serang Dituntut Ringan
“Kami meyakini, ini akan menjadi ruang baru untuk tumbuhnya sektor investasi dalam jangka menengah kedepan, terlihat kinerja investasi di Banten pada triwulan pertama saja sudah Rp31,1 triliun dan akan berpotensi semakin tinggi sampai akhir tahun nanti,” katanya.
Hal tersebut juga tercermin dari kredit investasi di Banten yang tumbuh positif ditengah turunnya kinerja sektor keuangan, tercatat kredit investasi naik dari 5,24 persen menjadi 10,40 persen secara triwulanan.
“Kami memproyeksikan Pertumbuhan Ekonomi di Banten sepanjang tahun 2025 ini masih berada pada kisaran 4,7-5,5 persen,” cakap Ameriza.
Meski demikian, Ekonom Senior Bank Indonesia Lukman Hakim menilai, pada triwulan kedua nanti pertumbuhan ekonomi di Banten akan tumbuh lebih rendah dibandingkan kondisi triwulan pertama, lantaran agenda panen raya yang bergeser.
Baca Juga: DLH Kota Cilegon Pastikan Penggunaan FABA di TPSA Bagendung Aman
“Sektor-sektor pertanian akan melambat karena panen bergeser, namun dari sisi lain seperti industri pengolahan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,” kata Lukman.***



















