BANTENRAYA.COM- PT Krakatau Sarana Infrastruktur atau KSI selaku subholding dari PT Krakatau Steel saat ini telah mencatatkan laba sebesar Rp367 Miliar hingga September 2021.
KSI sendiri merupakan subholding PT Krakatau Steel, Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang baru saja diresmikan oleh Menteri BUMN RI Erick Thohir di Kota Cilegon pada 13 Juli 2021 lalu.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @krakatau.steel yang diunggah pada Selasa 19 Oktober 2021, angka penjualan subholding PT Krakatau Steel KSI meningkat 16,6 persen hingga September 2021 dibandingkan September 2020.
Baca Juga: Hati-hati! Kamera ETLE di Banten Bisa Deteksi Kendaraan yang Belum Bayar Pajak
Pada September 2020 mencapai Rp2,4 triliun, sedangkan pada 2021 hingga bulan September sudah mencapai Rp2,8 triliun.
Laba yang dicatatkan KSI hingga September 2021 Rp367 miliar.
Pendapatan KSI hingga September 2021 berasal dari bisnis kawasan industri Rp383 miliar, bisnis air industri Rp556 miliar, bisnis kepelabuhanan Rp1,2 triliun dan bisnis ketenagalistrikan Rp600 miliar.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, dengan catatan tersebut menunjukkan jika prospek KSI cukup menjanjikan.
“Dengan terus meningkatnya pendapatan Krakatau Sarana Infrastruktur, artinya prospek bisnis Krakatau Sarana Infrastruktur sangat menjanjikan,” kata Silmy mengutip dari Instagram @krakatau.steel.
“Kami memproyeksikan lima tahun mendatang pendapatan Krakatau Sarana Infrastruktur dapat mencapai nilai Rp7,8 tiliun per tahunnya,” tutur Silmy.
Proses pemilihan mitra strategis Krakatau Sarana Infrastruktur, kata Silmy, akan segera memasuki tahap Final Binding Offer dari para calon mitra strategis.
Tahapan due dilligence yang saat ini sedang dilakukan oleh konsorsium INA, konsorsium PDA-Danareksa, dan konsormsium SMI-IIF minggu ini memasuki tahap akhir.
“Krakatau Steel masih memiliki beberapa rencana strategis ke depan,” ungkapnya.
Baca Juga: Intruksi Kapolri, Pecat dan Pidanakan Anggota Polisi yang Melanggar
“Kami konsisten dalam mengeksekusi rencana-rencana strategis guna perbaikan kinerja Krakatau Steel secara konsolidasi,” imbuh Silmy. ***



















