BANTENRAYA.COM – Awan kelabu kian menyelimuti industri perhotelan di Provinsi Banten imbas dari efisiensi anggaran pemerintah hingga 50 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Banten Ashok Kumar menyampaikan, kini pihak hotel tidak lagi menerima siswa SMK yang melakukan kegiatan magang atau praktik kerja lapangan atau PKL yang biasanya dilakukan selama tiga hingga enam bulan.
“Sekarang hotel enggak bisa terima dulu siswa SMK lagi magang istilahnya PKL itu, mengingat SDM di hotel saja kini tengah dilakukan efisiensi,” kata Ashok belum lama ini.
Ashok menegaskan, kondisi ini juga tidak sejalan dengan visi misi pemerintah untuk mencetak SDM yang unggul dan berkualitas.
Baca Juga: 5 Tips Sehat dan Badan Nyaman Dibawa Aktivitas Seharian, Sesederhana Ini
“Ini berbeda dengan kondisi Covid-19, karena itu kan wabah namun dampak dari efisiensi ini berimbas ke berbagai hal, kalau memang ingin sesuai dengan visi misi asta cita, keran ini harus segera dibuka meski perlahan,” tuturnya.
Berdasarkan data Colliers Indonesia sebagai konsultan properti menyebutkan sebanyak 83 peren hotel mengalami penurunan pendapatan imbas efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PHRI terhadap 717 hotel yang tersebar di 30 kota di Jawa yang kerap digunakan sebagai aktivitas pemerintah.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menjelaskan, survei dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada bulan November 2024 dan Januari 2025.
Hasilnya, survei pertama hotel yang menyatakan penurunan pendapatan sebesar 40 persen dan kemudian meningkat menjadi 83 persen pada suvei kedua.
Baca Juga: Ketua Golkar Provinsi Banten Sayangkan Kadernya Yang Terjerat Kasus Hukum
“Ini memang menunjukkan sentimen negatif yang lebih besar berdasarkan pengalaman mereka,” kata Ferry.
Pada penelitian November 2024, sebanyak 31 responden melaporkan penurunan pendapatan sebesar 30-40 persen. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami penurunan hingga 50 persen.
Kemudian pada survei berikutnya, yakni Januari 2025, rata-rata hotel yang mengalami penurunan pendapatan mengalami peningkatan dengan persentase 46 persen.
“Jadi ini memang menunjukkan kondisinya yang semakin memburuk,” ujarnya.
Baca Juga: Ratu Tatu Lantik 40 PNS dan 396 PPPK di Pemkab Serang, Ada yang Telah Mengabdi 20 Tahun
Guna mengantisipasi penurunan pendapatan, kata Ferry, pengelola hotel melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan sektor food and beverage.
“Langkah ini dilakukan seiring dengan datangan Ramadan 2025 pada kuartal I tahun 2025,” tukasnya.***



















