CILEGON, BANTEN RAYA – Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten menyelenggarakan Gebyar Vaksinasi dosis pertama di kawasan industri Krakatau Cilegon.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso, Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kota Cilegon Dikrie Maulawardhana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon Syafrudin, dan Manajer Industrial Estate and Housing Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) Agung Laksono Nugroho.
Industrial Estate and Housing Manager Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) Agung Laksono Nugroho mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut diberikan khusus untuk mitra bisnis, karyawan beserta para keluarga yang bekerja di kawasan industri krakatau. Berdasarkan data yang diperoleh, peserta yang mendaftarkan diri mencapai 1.800.
“Jadi vaksinasi ini diberikan untuk karyawan beserta keluarganya, dan juga vendor yang ada di kawasan industri Krakatau. Dari data yang kami peroleh, peserta yang daftar mencapai 1.800 orang, sehingga pelaksanaan kegiatan ini kami bagi menjadi menjadi 2 hari,” kata Agung kepada Banten Raya, Jumat (21/8).
Agung mengungkap, tujuan kegiatan vaksinasi tersebut yaitu sebagai bentuk dukungan yang pihaknya berikan kepada pemerintah dalam rangka ‘herd immunity’ khususnya di kawasan industri Krakatau. Selain itu, kegiatan vaksin dapat menciptakan rasa aman dan nyaman dalam bekerja.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, kegiatan vaksin yang diselenggarakan oleh KSI Grup sudah sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Gubernur Banten untuk menyegerakan vaksinasi para pekerja industri.
“Sesuai amanat Pak Gubernur Wahidin Halim untuk menyegerakan vaksinasi para pekerja industri guna menjaga pertumbuhan ekonomi, dan menjaga agar nilai ekspor tidak terganggu, karena sektor industri merupakan sektor ekonomi yang ping prnting,” ucap Babar.
Ia melanjutkan, pengaruh vaksinasi terhadap dunia industri sangat besar, karena pekerja industri yang tidak melakukan vaksinasi sangat rentan terkena Covid. Dan apabila penyebaran Covid-19 terjadi di lingkungan industri risiko yang paling tinggi terjadi yaitu menutup industri tersebut.
“Nah sampai saat ini tidak pernah terjadi klaster satu industri ditutup. Untuk menghindari kasus covid dan terjadinya penutupan secara total atau maka kita upayakan vaksinasi seperti ini, dengan harapan pertumbuhan ekonomi kembali pulih,” tutur Babar.
Asisten Daerah (Asda) 1 Pemerintah Kota Cilegon Dikrie mengatakan, cakupan vaksinasi yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Cilegon bekerjasama dengan tenaga medis sudah mencapai lebih dari 20 persen. Dengan bantuan pemerintah provinsi dan bantuan industri dirinya berharap cakupan vaksinasi dapat meningkat.
“Terima kasih kepada Gubernur dan industri, semoga dengan kegiatan vaksin yang dilakukan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi yang ada di Cilegon,” kata Dikrie. (predy)


















