CILEGON, BANTEN RAYA - Kelompok Tani Tunas Meluar yang berlokasi di Lingkungan Meluar, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon tengah fokus menanam cabai merah. Kurang lebih 15.000 pohon cabai ditanam secara bergantian.
Ketua Kelompok Tani Tunas Meluar Yusroni mengatakan, penanaman dilakukan secara bergantian supaya saat panen tiba tidak hanya satu kali tetapi bisa dilakukan setiap hari. Hal ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dapur dan kebutuhan di Pasar Cilegon.
”Di sini penanamannya kami jadwal, ketika ada salah satu anggota yang sedang panen, maka anggota lain sedang persiapan lahan dan ada pula yang sedang melakukan perawatan. Sehingga panen bisa dilakukan tanpa harus terputus,” kata Yusroni kepada Banten Raya, Kamis (6/5).
Ia melanjutkan, prediksi satu batang pohon hanya menghasilkan satu kilogram cabai merah. Saat ini, panen yang dilakukan kurang lebih 1.200 batang yang artinya hasil panen yang didapat hanya kisaran 1.200 kilogram atau setara dengan 1,2 ton cabai merah.
Jika sudah masuk waktu panen dan ingin mendapatkan hasil yang maksimal, biasanya panen dilakukan selama tiga bulan berturut turut. ”Panen dilakukan selama tiga bulan berturut-turut, tetapi dilakukan secara bertahap tiga hari sekali petik, misal hari Senin petik, nanti petik lagi hari Kamis, terus begitu selama tiga bulan,” ucapnya.
Ia mengungkap, panen kali ini kurang maksimal dikarenakan kondisi cuaca di Cilegon sulit diprediksi dan tidak mendukung. ”Kondisi cuaca di Cilegon itu kurang mendukung, sulit sekali diprediksi, kadang hujan kadang panas, sedangkan menanam cabai itu bagusnya cuaca panas, hasilnya bisa lebih maksimal,” ungkapnya. (mg-predy)


















