BANTENRAYA.COM – PT ASDP Indonesia Ferry siap menjalankan amanat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Korlantas Polri yang menentukan adanya pembatasan truk pada H-7 mudik Lebaran.
Dalam SKB tersebut, Pelabuhan Merak selama musim mudik Lebaran tidak akan melayani truk karena hanya melayani pejalan kaki, kendaraan pribadi dan bus.
Untuk truk sendiri dilayani di Pelabuhan BBJ Bojonegara dan Pelabuhan Ciwandan. Kondisi tersebut kerap menjadikan penumpukan di dua Pelabuhan karena minimnya kapal yang beroperasi.
BACA JUGA: Mudik Gratis Tak Pakai Bus Abal-abal, Dishub Kota Cilegon Jamin Semua Sudah Dicek
Sementara di Pelabuhan Merak ada 40 kapal yang biasanya dioperasikan, sehingga mempercepat pelayanan penyeberangan.
Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Indonesia Ferry Vidon menyatakan, dalam SKB tersebut ada diskresi yang bisa dilakukan. Namun, diskresi tersebut menjadi sepenuhnya kewenangan dari kepolisian.
Artinya, sebagai operator Pelabuhan pihaknya siap untuk melayani diluar penumpang pejalan kaki, bus dan kendaraan pribadi.
BACA JUGA: Penebang Pohon Kecapi di Kawasan TNUK Jadi Tersangka, Keluarga Tetap Dibolehkan Garap Lahan
“Dalam SKB itu ada diskresi. Itu yang memutuskan adalah pihak kepolisian dengan melihat kondisi dan situasi,” tuturnya.
“Kami sebagai operator Pelabuhan siap saja jika ada keputusan diskresi mengalihkan ke dermaga di Pelabuhan Merak jika pelabuhan lainnya menumpuk,” ujarnya.
Vidon menyampaikan, dengan kondisi adanya pengaturan Work From Anywhere (WFA) diharapkan puncak mudik bisa terpecah menjadi dua, sehingga nantinya tidak terjadi penumpukan apakah kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan, atau juga di Pelabuhan Merak.
“WFA itu mulai lebih awal, jadi sepertinya puncak mudik akan terbagi. Tentu kami harap ini bisa nantinya memperlancar kondisi mudik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten Hermanta menjelaskan, berbeda dari tahun sebelumnya angkutan di Pelabuhan BBJ Bojonegara akan disediakan 14 kapal.
“Sebelumnya 6 kapal, akan ada tambahan 4 kapal yang sekarang mulai bergerak dari Samarinda ke Banten, dan juga 4 kapal tambahan lainnya. Jadi saat ini pemerintah berkomunikasi dengan tepat untuk memastikan keberangkatan kapasitas kapal bagi yang memerlukan kendaraan menuju BBJ,” jelasnya.















