BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang tahun 2026 ini akan memprioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan.
Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan ini dilakukan, karena menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Serang.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, tahun ini Pemkot Serang mendapatkan dana bagi hasil (DBH).
Ia berharap DBH segera cair, sehingga bisa diprioritaskan untuk perbaikan jalan di Kota Serang.
“Ada penambahan DBH, mudah-mudahan di bulan-bulan ini bisa keluar dan kita akan prioritas untuk perbaikan jalan, penambahan anggaran,” ujar Budi, kepada Bantenraya.com, Jumat 27 Februari 2026.
Namun untuk perbaikan jalan di Kecamatan Taktakan, kata dia, saat ini masih dalam proses lelang.
“Mulai tahap lelang semua,” ucap dia.
BACA JUGA: Butuh untuk Pengelolaan Sampah, UPTD TPSA Bagendung Belanja Dua Alat Berat
Kata Budi, perbaikan dan peningkatan jalan di tahun 2026 ini paling banyak sejak Kota Serang berdiri.
“Di era pemerintahan Kota Serang sejak berdiri ini paling banyak,” akunya.
Jika perbaikan jalan belum direalisasikan, ia meminta masyarakat untuk bersabar, karena sedang proses lelang, dan masih musim hujan.
“Tapi mohon sabarnya karena ada proses yang namanya keuangan negara itu ada prosesnya. Administrasi jadi saya mohon sabarnya dan semoga ini dipermudah oleh Allah SWT,” pinta Budi.
Budi berharap seluruh perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan tahun ini kelar.
BACA JUGA: Bagaimana Kesadaran Kebersihan Sampah Warga Kota Cilegon? DLH: RENDAH!
“Iya target tahun ini selesai semua,” harap dia.
Ia menjelaskan, perbaikan maupun pembangunan jalan dilihat dari kondisi kerusakan jalan dan urgensinya.
“Kalau yang betonisasi itu untuk peningkatan, kalau yang hotmix untuk pemeliharaan, karena kan belum menyelesaikan semua. Misalnya ada yang berlubang cepet-cepet dihotmix,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, anggaran perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan ini hasil kolaborasi baik dengan Pemerintah Provinsi Banten, maupun pemerintah pusat.
“Kan kita Alhamdulillah kolaborasinya bagus. BPJT, BPJN sekarang itu provinsi, Pak gubernur,” ungkap Budi.
BACA JUGA: Bank Sampah Bakal Dibentuk di Tiap Desa di Kabupaten Serang
Menurut dia, pihaknya memperbaiki jalan bukan menunggu viral, melainkan berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat.
“Saya lewat MOS jalan lubang langsung tambal, tambal. Kalau nggak tambal viral. Perlu bantuan juga info dari masyarakat,” ujar dia.
Budi memperkirakan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan itu mencapai ratusan miliar rupiah.
“Dari Bankeu aja itu berapa titik ya. Rp 55 miliar dan itu meledak banget. Itu di luar yang APBD. Di luar provinsi dan BPJT di atas Rp 100 miliar termasuk BPJN ya. Kita kan punya datanya semua hasil lobi-lobi kementrian, provinsi dan ini kita pembangunan di atas Rp 100-150 miliar,” sebut Budi. ***
















