BANTENRAYA.COM – Pedagang di Pasar Blok F Cilegon mengeluhkan tingginya bunga pinjaman modal dari bank keliling.
Diketahui, saat ini banyak sekali pedagang di pasar yang meminjam modal dari bank keliling atau biasa disebut bank emok.
Namun karena tingginya jumlah bunga pinjaman, membuat para pedagang mengeluhkan hal tersebut.
BACA JUGA: Peserta Mudik Gratis Pemprov Banten Masih Bisa Dicoret, Pendaftaran Gelombang Kedua Segera Dibuka
Salah satu penjual Pasar Blok F Cilegon yang memiliki pengalaman pinjam bank keliling Tri mengatakan, dirinya sudah 2 kali meminjam modal untuk usahanya melalui bank keliling.
Selama peminjaman 2 kali itu, ia mengaku tak pernah meminjam nominal lebih dari Rp 500 ribu.
“Sudah 2 kali pinjam dari bank keliling, itu juga ga banyak nominalnya paling Rp 500 ribu,” katanya kepada Banten Raya, Kamis 19 Februari 2026.
Meskipun meminjam dalam jumlah yang kecil hanya Rp 500 ribu saja, tetapi menurutnya, rasanya sangat berat.
Ia mengaku jika bukan karena terpaksa keadaan, dirinya engga berurusan pinjaman dengan bank keliling.
“Ya yang dirasakan berat, karena saya juga terpaksa pinjamnya. Dapat uang sedikit langsung ga nyaman kepikiran pinjaman,” ungkapnya.
Merasa berat pinjamannya dikarenakan terdapat bunganya yang cukup tinggi, sehingga jika pendapatannya dalam jumlah kecil maka sangat berpengaruh untuk kehidupannya sehari-hari.
Tenggat waktu pembayarandari pihak bank keliling dibatasi, mulai dari pembayaran 30 hari hingga 40 hari.
Dan dalam satu hari perlu dibayar sebanyak Rp 20 ribu sampai 25 ribu kepada pihak bank keliling.
“Beratnya karena bunganya tinggi, pinjam Rp 500 ribu dalam jangka 40 hari, baliknya sekitar Rp 800 ribu,” ujarnya.
Tri menyampaikan, kedepannya enggan melakukan pinjaman modal lagi melalui bank keliling karena bunganya yang tinggi.
“InsyaAllah pengennya ga mau pinjam lagi, karena yang dirasakan walaupun dapat hasil sedikit kalau ga punya pinjaman itu enak,” ucapnya.
Sebelumnya, Disperindag Cilegon juga akan membantu para pedagang di pasar untuk dapat meminjam modal usahanya melalui BPRS CM.
Apalagi saat ini terdapat kantor BPRS CM yang baru di area Pasar Blok F Cilegon, sehingga dapat memudahkan para pedagang untuk melakukan pinjaman dengan bunga nol persen.
Sementara itu, Manajer Marketing PT BPRS CM Didi Mahfudz menuturkan, pihaknya menyediakan pelayanan pinjaman modal untuk para UMKM di Kota Cilegon.
Pinjaman yang dapat dilakukan oleh para pedagang mulai dari Rp 1 juta sampai maksimal Rp 10 juta.
“Pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan calon nasabah, pastinya kami akan menyasar juga untuk kepada para pedagang yang ada di Pasar Blok F ataupun sekitarannya,” tuturnya.
Tetapi untuk pinjaman yang mencapai Rp 10 juta, diperlukannya jaminan dari calon nasabah kepada pihak BPRS CM.
“Ada jaminannya kalau pinjam Rp 10 juta, bisa juga menggunakan jaminannya pakai BPKB kendaraan,” katanya.
Secara bertahap, pihaknya akan membantu para pedagang di Pasar Blok F Cilegon untuk meminjam modal melalui BPRS CM, tidak lagi melalui bank keliling.
Pihaknya juga sudah menyasar ke pedagang Pasar Blok F dan sekitarnya dari awal tahun 2026 ini.
“Awal 2026 ini kalau untuk program subsidi margin kita masih menunggu dari kepastiannya dari Pemkot Cilegon kapan bisa mulai,” pungkasnya.***
















