BANTENRAYA.COM – Stok pangan selama Ramadan dan Idul Fitri di Kota Cilegon dipastikan aman.
Stok pangan tersebut merupakan bagian dari pengendalian dan stabilitas harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Upaya pemgamana sendiri dilakukan dengan terus menjalin kerjasama dengan darah penghasil komoditas.
BACA JUGA: Kenaikan Honor Guru Madrasah di Cilegon Masih Dihitung, Cek Perkiraan Nilainya di Sini
Selain pengamanan stok lewat kerja sama, Pemkot Cilegon juga akan terus melakukan monitoring dan sidak ketersediaan. Hal itu, untuk memastikan jika pedagang dan agen tidak menimbun barang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Cilegon Didin S Mauluana menyatakan, berdasarkan prognosa ketersediaan kebutuhan Januari sampai Maret 2026 diperkirakan beras perkiraan ketersediaan 14.118 ton perkiraan kebutuhan 11.789 ton.
Lalu, minyak goreng perkiraan ketersediaan 1.263 ton perkiraan kebutuhan 1.169 ton, gula pasir perkiraan ketersediaan 1.205 ton perkiraan kebutuhan 1.116 ton.
BACA JUGA: Target Pajak Banten 2026 Naik 34 Persen, Ini Dampaknya bagi Wajib Pajak dan Ekonomi
Daging sapi perkiraan ketersediaan132 ton perkiraan kebutuhan 120 ton, daging ayam perkiraan ketersediaan 1.921 ton perkiraan kebutuhan 1.771, telur ayam perkiraan ketersediaan 2.311 ton perkiraan kebutuhan 2.114 ton.
“Kerjasama dengan daerah lain terus dilakukan sembako dan lainnya dengan pengiriman bisa kurang lebih 3 sampai 4 ton per dua hari,” ungkapnya.
Untuk bazar dan sembako murah, imbuh Didin, alan dilakukan pada 2 sampai 12 Maret 2026.
“Bazar ramadan akan ada di 8 kecamatan pada pekan awal dan pekan ke dua Maret,” pungkasnya. ***














