BANTENRAYA.COM – Warga Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten bernama Reyhan mengalami nasib memilukan karena saat ini terkurung di Kamboja setelah berniat mencari kerja.
Reyhan yang berniat mencari kerja justru menjadi korban tenaga kerja bermasalah dari sektor penipuan daring atau online scam di Kamboja.
Kerabat Korban Mulhat mengatakan, awalnya ia meminta izin bersama keluarganya setelah diajak oleh rekannya untuk bekerja di negara maju yakni Singapura pada awal Desember 2025.
“Berangkatnya itu bulan awal Desember, jadi kurang lebih sudah dua bulan. Tujuan awalnya di Singapura setelah diajak sama temannya,” ujarnya, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, baru-baru ini keluarga mendengar kabar dari Reyhan yang saat ini tidak bisa pulang karena terkurung dan berada di negara Kamboja.
BACA JUGA: Walikota Cilegon Robinsar Gunakan Anggaran BTT Untuk Tangani Banjir
“Tapi dia (korban) bilangnnya kerjanya itu di Singapura, ternyata sampai sana diarahkan ke Kamboja. Sekarang kondisinya sedang sakit,” katanya.
Reyhan sendiri masih sering menghububgi keluarganya, namun informasi terakhir dari Reyhan mengalami online scam atau penipuan kerja daring di Kamboja dan sudah dua pekan.
“Telepon dan chat masih nyambung, enggak benar-benar dirampas handphone-nya. Makanya si Reyhan ini dikurung di perusahaan tempatnya kerja dan sudah dua minggu,” ungkapnya.
Reyhan menjadi korban tenaga kerja bermasalah dari sektor penipuan daring bersama ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya dan belum bisa dipulangkan.
“Sekarang infonya ada kasus scammer yang menimpa WNI di Kamboja. Tapi katanya ada yang sudah dipulangkan, Reyhan ini tiketnya juga bayar sendiri tanpa agen apapun,” paparnya.***

















