BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang tengah gencar melakukan validasi dan akurasi data anak putus sekolah hingga ke tingkat RT RW.
Validasi dan akurasi data ini dilakukan karena masih ada sekitar 10 ribu anak Kota Serang putus.
Penekanan angka putus sekolah dalam rangka mewujudkan program Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, yakni Serang Cerdas.
BACA JUGA: BPS dan Diskominfo Cilegon Dorong Kelurahan Cantik Sajikan Data Berstandar Nasional
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, di Kota Serang masih ada sekitar 10 ribu anak putus sekolah yang belum terdaftar. Namun, angka ini masih perlu divalidasi dan akurasi untuk memastikan kebenarannya.
”Angka 10 ribu itu dari data dapodik yang tidak terdaftar. Misalkan kelulusan seribu tapi dia tidak melanjutkan (sekolah), yang melanjutkan hanya 500. Nah kita tarik tuh yang 500. Sementara di Kota Serang yang 500 itu ada yang mondok, ada yang pilihannya ke pendidikan salafi. Itu yang belum kedata,” ujar Nuri, saat ditemui di Puspemkot Serang, Jumat 30 Januari 2026.
Ia mengaku pihaknya akan melakukan validasi dan akurasi data anak putus sekolah di setiap kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT RW.
Setelah data tersebut terkumpul, kata dia, Dindikbud akan melakukan pemetaan dan buat skema dengan mengirim anak anak yang putus sekolah ke sekolah rakyat, ke sekolah formal, dan sekolah non formal.
”Anak-anak yang tidak mau sekolah formal akan diarahkan ke sekolah non formal, seperti Paket A, B, atau C, atau bahkan Sekolah Rakyat. Sekolah formal sudah kita dorong baik yang belum lulus SD maupun yang masih duduk di SMP,” jelas dia.
Nuri menerangkan, tahapan validasi dan akurasi data anak putus sekolah dapat diselesaikan pada pekan kedua Februari 2026.
”Hari ini sudah berjalan keliling-keliling ke kelurahan. Ketua Pokjanya Bu Susi. Biar ada progresnya per tahun berapa, jumlah pengurangannya berapa,” katanya.
Ia berharap dapat menekan angka putus sekolah dan mewujudkan Kota Serang yang cerdas, berbudi, dan peduli, sesuai gagasan oleh Walikota Budi Rustandi.
”Saya sebagai kepala dinas (pendidikan) punya kewajiban mengentaskan itu agar Kota Serang bebas dari anak putus sekolah,” tandasnya. ***

















