BANTENRAYA.COM – Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan tantangan ketahanan pangan di Kota Cilegon. Dimana, Kota Cilegon merupakan kota industri yang menjadikan ketersedian lahan untuk pertanian dan perkebunan minim.
Menurut Fajar, kota industri punya tantangan besar agar bisa melahirkan konsep pertanian dan perkebunan yang inovatif, misalnya urban farming melalui hidroponik.
“Ada tantangan ketahanan pangan dan pertanian di Kota Cilegon, dimana Cilegon merupakan kota industri. Beda dengan di Lampung di Tanggamus itu kota agro dan perkebunan. Di Cilegon sudah padat industri. Artinya di Cilegon butuh inovasi dan di masa depan akan menjadi tantangan yang sangat berat buat generasi penerus seperti para mahasiswa sebagai penerus kepemimpinan dan bangsa mencari jalan keluarnya,” katanya, Rabu (28/1/2026).
Disisi lain, jelas Fajar, Kota Cilegon bukan kota penghasil pangan. Hal itu membuat ketergantungan dengan daerah lain. Atas dasar itu, menjadi tantangan besar bagaimana kedepan ketersedian bisa tetap terpenuhi dengan kerjasama antar daerah penghasil pangan.
“Ketersediaan menjadi penting. Sekarang butuh kerjasama dengan banyak daerah. Namun, soal ongkos logistik juga akan berpengaruh jika terlalu jauh. Maka, kerjasama dengan daerah terdekat harus dilakukan, sambil juga masyarakat secara mandiri menyediakan bahan pakan yang bisa ditanam seperti cabai dan sayuran lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA ; Camat Citangkil Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian untuk Ketahanan Pangan
Fajar mengaku, menyambut baik niatan mahasiswa dan kampus yang ingin bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam hal ketahanan pangan. Terlebih lagi dengan lembaga penelitian kampus yang akan menjadikan kerjasama pentahelix dengan semua unsur masyarakat.
“Kami tidak hanya sekedar bicara konsep pentahelix. Kami senang saat mahasiwa ditanya siap menjadi petani tadi. Kami juga menyambut baik lembaga penelitian kampus Al Khairiyah yang siao berkolaborasi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mahasiswa (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah Ade Imun menyatakan, pihaknya siap berkolaborasi dan menyiapkan Sumber Daya Manusia berkualitas untuk membantu sektor ketahanan pangan.
“Kami punya mahasiswa yang merupakan keluarga petani dan bertani, mereka punya kemampuan misalnya mengawinkan varian tanaman agar lebih lama dan produktif. Ini tentu akan sangat bermanfaat dan merupakab bentuk pengabdian kami baik mahasiswa dan dosen,” jelasnya.
Al Khairiyah sendiri cukup punya banyak lembaga pendidikan yang beberapa juga melakukan pengembangan pertanian di sekolahnya.
BACA JUGA : Pemkot Cilegon dan PT KAI Cek Lapangan Kondisi Gorong-gorong Perlintasan
“Kami berharap kolaborasi nantinya bisa membuat Kota Cilegon bisa mengenbangkan sektor pertanian yang sekarang menjadi tantangan besar baik dari sisi SDM dan infrastuktur lahan,” pungkasnya. (***)


















