“Sudah jelas para vendor di lapangan punya potensi mencari keuntungan dikarenakan desain dan tata kelola kebijakannya memberikan peluang itu,” katanya.
Selain kualitas menu, Sururi juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan program MBG. Dia menilai pengawasan yang dilakukan sejauh ini bersifat administratif dan tidak menyentuh kualitas makanan secara substansial.
“Pengawasan yang dilakukan hanya administratif, normatif, dan reaktif, artinya hanya bergerak kalau viral di media sosial,” ujarnya.
Dia menegaskan, pengawasan menu MBG seharusnya dilakukan secara rutin dan ketat agar standar gizi benar-benar terpenuhi.
“Mestinya pengawasannya dilakukan secara harian, audit ketat, sanksi tegas, dan tidak menunggu hanya dari laporan saja,” ujar Sururi.
Sebelumnya, viral di media sosial menu MBG di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, masih dalam kondisi mentah. Salah seorang guru merekam proses pemecahan telur tersebut yang kemudian viral.
“Ini MBG di SMAN 1 Cigemblong (Kabupaten Lebak). Telornya mentah, jagungnya mentah. Piraku kami kudu masak sorangan, siswa kudu masak sorangan di sekolah? Di mana komporna? Iyeu mah ngarang,” tuturnya.
“Ngarang MBG na iyeu mah. Kudu ditutup iyeu mah MBG na moal endah. Kamari haseum makanana, ayeuna atah. Ngaco,” tutur salah seorang guru yang merekam video tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala SPPG Kecamatan Cigemblong Rasudin membenarkan bahwa menu MBG yang disediakan oleh dapur di bawah kewenangan merupakan telur mentah.
Setelah diselidiki, akhirnya diketahui bahwa kesalahan terjadi pada saat tim pemorsian mengambil telur mentah yang sudah dicuci ke dalam omprengan.
Dia beralasan, warna antara telur yang sudah dicuci mirip dengan telur matang sehingga timnya salah menaruh telur tersebut.
Terkait jagung yang mentah, dia membantah bila jagung tersebut benar-benar mentah. Dia mengklaim sudah mengukus jagung tersebut dengan alat kukus steamer. Sementara warnanya memang berbeda dengan jagung yang langsung direbus dengan air ketika matang.
“Itu sudah dikukus di-steamer, warnanya juga beda,” katanya.
















