“Belum kalau ada perubahan parsial pasti ada mandaroti dan dulu ada instruksi presiden (Inpers) dan sejauh ini belum melihat adanya mandatori perintah untuk pengurangan atau efisiensi dari pusat. Jika ada kebijakan nasional maka daerah akan menyesuaikan,” jelasnya.
Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, menekankan pentingnya efektivitas belanja dalam APBD. Hal itu agar APBD benar-benar bisa tepat sasaran.
“Peningkatan pendapatan harus diiringi dengan efektivitas belanja, yang mana belanja harus sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat hari ini,” ujarnya.
Robinsar mengungkapkan, pihaknya juga menekankan pentingnya rasionalisasi pendapatan. Di mana, pendapatan harus mampu terukur dan tidak boleh tanpa landasan yang jelas.
“Harus rasional tidak mengawang-awang. Ini menjadi penting. Lalu diharapkan inovasi terus dikembangkan OPD untuk membangun kerjasama dan pelibatan dengan semua pihak dalam proses pembangunan,” pungkasnya. ***















