BANTENRAYA.COM – Kasus pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Kampung Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang pada Minggu 18 januari 2026 masih menjadi misteri.
Pasalnya sampai saat ini tim kepolisian belum bisa memastikan apa motif kasus tersebut walaupun telah memeriksa lima orang saksi.
Kapolsek Jawilan AKP Erwan Nurwanda mengatakan, tim kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menggali informasi dari pihak keluarga.
“Kita masih menggali informasi dari lingkungan keluarga. Jadi yang kita panggil baru dari anak-anaknya sama RT, semuanya baru ada lima yang dimintai keterangan,” ujarnya, Senin 19 Januari 2026.
Ia menjelaskan, belum diketahui apa motif dan maksud dari pembongkaran makan tersebut sehingga tim kepolisina belum bisa memberikan keterangan pasti.
BACA JUGA: Bikin Geger, Makam di Jawilan Dirusak Oleh Orang Tak Dikenal
“Belum bisa dipastikan, karena ada yang bilang pesugihan, ada yang bilang lain-lain. Kemarin ada batu nisan yang kita bawa, cuma karena permintaan dari pihak keluarga jadi dipasang lagi meskipun kondisi jenazah tidak ada di sana,” katanya.
Erwan menuturkan, saat melakukan pemeriksaan di lokasi kondisi pemakaman sudah hancur dan kuburan sudah berlubang.
“Saat kami ke sana itu TKPnya sudah rusak karena sudah banyak warga yang datang duluan. Kalau keinginan keluarga sih memang ini bisa terungkap,” jelasnya.
Pihaknya berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali karena akan meninggalkan jejak buruk di masyarakat.
“Mudah-mudahan dalam satu minggu ini ada kabar baik. Kita upaya maksimal,” paparnya.
BACA JUGA: Larang Makam Dikeramik, Yayasan Makam Balung Siapkan Sistem Rumput
Sekretaris Desa Junti Dudi Wahyudi mengatakan, awalnya warga sempat mengira kuburan tersebut longsor, namun setelah ditelusuri kuburan tersebut nampak tergali.
“Kemudian keluarga datang ke lokasi, dan ternyata kuburannya itu dibongkar oleh orang yang tidak dikenal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belum diketahui siapa pelaku dan motifnya namun kuburan tersebut diketahui sudah lebih dari tujuh tahun. “Sudah lama, kayanya ada sekitar tujuh tahunan mah,” katanya.***

















