Rabu, 11 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Rabu, 11 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Kajian Jaringan Demokrasi Indonesia, Pilkada Tidak Langsung Lebih Banyak Mudarat

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
18 Januari 2026 | 20:51
Pilkada tidak langsung

Pemilih saat akan mencoblos saat Pilgub Banten 2025 lalu. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) sebagai organisasi pemerhati pemilu menyatakan pilkada tidak langsung lebih banyak mudaratnya ketimbang pilkada langsung.

Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) di seluruh Indonesia.

“Kajian Jaringan Demokrasi Indonesia, pemilihan kepala daerah dengan menggunakan sistem tidak langsung akan lebih banyak mudaratnya,” kata Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Banten Syaeful Bahri, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Lengkap! Ini Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat Update One UI 8.5

Syaeful Bahri mengatakan, pilkada tidak langsung melanggar konstitusi UUD hasil amandemen karena dalam UUD tegas dinyatakan, kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.

Pemilihan kepala daerah oleh rakyat juga sejalan dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini yang menggunakan sistem presidensial.

“Kalau kepala daerah dipilih DPRD, secara teori namanya sistem pemerintahannya parlementer bukan presidensial,” ujarnya.

Syaeful mengatakan, salah satu kemewahan yang dimiliki rakyat dalam sistem demokrasi presidensial saat ini adalah rakyat memiliki hak untuk memilih secara langsung kepala daerah mereka.

Kalau kemewahan ini diberikan kepada DPRD, maka sudah tidak ada lagi satu-satunya kemewahan yang dimiliki rakyat, karena hampir semua diberikan kepada perwakilan.

Terkait anggapan pilkada mahal karena politik uang massif, Syaeful mengatakan bahwa tidak semua pemilih diberi money politics.

Apalagi orang-orang yang dikenal memiliki integritas, penyelenggara, dan semacamnya.

Karena itu, mengkambinghitamkan politik uang bukanlah alasan yang tepat untuk mengganti sistem pilkada dari pemilihan langsung ke perwakilan.

“Tidak benar pilkada langsung disebut 100 persen money politics. Kalau bicara soal efisiensi pilkada tidak langsung juga tidak terbukti juga bisa efisiensi. Kalau partai nawarnya mahal, bisa jadi mahal juga ujung-ujungnya,” kata Syaeful.

Pemilihan pilkada tidak langsung juga akan membuat rakyat tidak memiliki daulat kuasa langsung kepada kepala daerah yang terpilih karena yang terpilih adalah selera dari partai politik.

Dia juga tidak bisa membayangkan bagaimana tidak berdayanya kepala daerah yang dipilih DPRD ketika melakukan perencanaan budgeting.

“Soal budgeting saat ini saja kadang tidak berdaya di hadapan DPRD apalagi kalau kepala daerahnya dipilih DPRD,” katanya.

Risiko berikutnya dari pemilihan kepala daerah secara tidak langsung adalah kepala daerah terpilih bisa saja betul-betul sangat tidak disukai, tidak dipercaya, bahkan rakyat bisa melawan karena kepala daerah yang dipilih adalah pilihan elite di pusat, bukan pilihan rakyat.

Maka, ketertiban di daerah, friksinya, bisa jadi tidak kondusif dan pada akhirnya akan mengganggu pencalonan Presiden Prabowo di periode kedua.

Sebagai solusi, Syaeful mendorong agar pemerintah memperbaiki aturan pilkada. Buat aturan yang memungkinkan bakal calon yang terpilih merupakan orang yang benar-benar bersih dan tidak mudah dibeli, tokoh masyarakat yang sangat dipercaya publik. Regulasi tentang money politics juga bisa dibuat dengan setegas-tegasnya.

“Dibuat aturannya saja kan gampang. Penyelenggaranya juga diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) dengan tegas menolak wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung.

JRDP menilai gagasan tersebut bukan solusi atas berbagai persoalan Pilkada, melainkan justru berpotensi menjadi kemunduran serius bagi demokrasi lokal.

Koordinator Umum JRDP Ukat Saukatudin menyatakan bahwa pemindahan hak memilih kepala daerah dari tangan rakyat ke DPRD akan memangkas partisipasi publik dalam proses politik daerah.

Menurutnya, mekanisme tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi praktik politik elit yang tertutup dan sarat transaksi.

“Masalah utama Pilkada selama ini bukan pada sistem pemilihan langsung, tetapi pada maraknya politik uang, lemahnya penegakan hukum pemilu, serta minimnya transparansi pendanaan kampanye,” ujar Ukat.

JRDP menilai, alih-alih mengubah sistem pemilihan, upaya perbaikan demokrasi seharusnya diarahkan pada penguatan integritas Pilkada langsung.

BACAJUGA:

Umah Kaujon

Umah Kaujon Bakal Jadi Destinasi Wisata City Tour Kota Serang

11 Maret 2026 | 18:40
pks

Kader PKS Lebak Dikumpulkan dalam Konsolidasi Ramadan, Perkuat Komitmen Pelayanan

11 Maret 2026 | 16:20
Poster terbaru Yumi Cells Season 3 telah dirilis. (Instagram/@tvn_drama)

Yumi Cells Season 3 Rilis Poster Terbaru, Ini Sinopsis Beserta Jadwal Tayang Drakor Kim Go Eun

11 Maret 2026 | 16:14
Tim dari kepolisian dan pegawai pelabuhan meninjau kesiapan kapal di Pelabuhan BBJ, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa 10 Maret 2026. (Andika/Bantenarya.com)

Masih Landai, Pelabuhan BBJ Bojonegara Mulai Bersiap Angkut Truk Sumbu Tiga Saat Momen Mudik

11 Maret 2026 | 15:30

Pengawasan pelanggaran pemilu yang lebih ketat, reformasi partai politik, serta pembenahan sistem pencalonan dinilai jauh lebih relevan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.

Selain itu, tingginya biaya politik dalam Pilkada juga disebut sebagai persoalan serius yang belum disentuh secara menyeluruh.

JRDP menilai biaya politik yang mahal kerap mendorong praktik politik uang dan pada akhirnya membatasi partisipasi masyarakat secara luas dalam kontestasi politik.

“Jika hak memilih kepala daerah dialihkan ke DPRD, legitimasi kepala daerah akan melemah dan kepercayaan publik terhadap demokrasi daerah bisa menurun,” tegas Ukat. ***

Editor: Dede Yusup
Tags: jadiJaringan Demokrasi IndonesiaPemilihan Kepala DaerahPilkada Tidak Langsung
Previous Post

1.635 Kasus Perceraian di Lebak, Judol dan Pinjol jadi Pemicu Utama

Next Post

Tahun 2026, MBG di Banten Ditargetkan Capai 100 Persen Penerima Manfaat

Related Posts

Umah Kaujon
Daerah

Umah Kaujon Bakal Jadi Destinasi Wisata City Tour Kota Serang

11 Maret 2026 | 18:40
pks
Daerah

Kader PKS Lebak Dikumpulkan dalam Konsolidasi Ramadan, Perkuat Komitmen Pelayanan

11 Maret 2026 | 16:20
Poster terbaru Yumi Cells Season 3 telah dirilis. (Instagram/@tvn_drama)
Daerah

Yumi Cells Season 3 Rilis Poster Terbaru, Ini Sinopsis Beserta Jadwal Tayang Drakor Kim Go Eun

11 Maret 2026 | 16:14
Tim dari kepolisian dan pegawai pelabuhan meninjau kesiapan kapal di Pelabuhan BBJ, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa 10 Maret 2026. (Andika/Bantenarya.com)
Daerah

Masih Landai, Pelabuhan BBJ Bojonegara Mulai Bersiap Angkut Truk Sumbu Tiga Saat Momen Mudik

11 Maret 2026 | 15:30
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia didampingi Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang Wahyu Nurjamil saat monitoring klinik UMKM di kantornya, Pasar Lama, Kota Serang, Rabu 11 Maret 2026. Ia mengungkapkan jika perputaran uang dari program MBG di Kota Serang tembus Rp100 miliar dalam waktu 1 bulan. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Daerah

Wakil Walikota Serang Ungkap Data, Perputaran Uang Program MBG Tembus Rp1,2 Triliun

11 Maret 2026 | 14:24
Suasana diskusi Asisten I Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Farhat (kanan) dengan Walikota Cilegon Robinsar, Rabu 11 Maret 2026. (DOkumentasi Diskominfo Cilegon).
Daerah

Penasihat Khusus Presiden Sebut Cilegon Masih Kekurangan SDM Kesehatan, Perlu Ada Tindak Lanjut Segera

11 Maret 2026 | 13:47
Load More

Popular

  • Istana Surosowan terlihat dari udara. Istana Surosowan hancur akibat perang antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya Sultan Haji yang dibantu oleh Belanda. (Dokumentasi DJKN Banten)

    Gubernur Banten Usulkan Rekonstruksi Istana Surosowan Kepada Menteri Kebudayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Bopeng-bopeng, Gubernur Banten Tagih Komitmen Pengelola Tol Tangerang-Merak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angkanya Terus Meningkat, Pemprov Banten Dinilai Gagal Atasi Kemiskinan di Perkotaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Serang Miliki Dua Jembatan Baru Hasil Kolaborasi dengan TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Link Twibbon Hari Perempuan Internasional 2026, Terbaru dan Paling Kekinian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Budi Rustandi Turun Tangan Bredel Spanduk Liar di Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ibu Cindy Rizap Tegas Sang Anak Kena Tipu Dokter Riky Febriansyah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Gratis Tak Pakai Bus Abal-abal, Dishub Kota Cilegon Jamin Semua Sudah Dicek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Hanya Saat Pemilu, DPC PKS Kecamatan Jombang Komitmen Hadir di Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pergoki Pelecehan di KRL, Korban Langsung Nangis Histeris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Umah Kaujon

Umah Kaujon Bakal Jadi Destinasi Wisata City Tour Kota Serang

11 Maret 2026 | 18:40
Pearl In Red episode 10

Spoiler Drakor Pearl In Red Episode 10 Sub Indo: Jin Joo Terluka, Yoo Na Banjir Air Mata

11 Maret 2026 | 18:28
Kasus perselingkuhan suami Maissy

Dituding Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Ibu Cindy Rizap Tegas Sang Anak Kena Tipu Dokter Riky Febriansyah

11 Maret 2026 | 18:21
lowongan kerja PT JAVACO Indonesia

Banyak Posisi! Lowongan Kerja Maret 2026 di PT JAVACO Indonesia, Simak Selengkapnya

11 Maret 2026 | 17:54

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
ADVERTISEMENT
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda