BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Pandeglang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam momentum Hari Desa Nasional tahun 2026 dari Kementerian Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Prestasi diraih oleh salah satu putra terbaik daerah, bernama Dianturi, pemuda warga Kampung Sukanagri, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Penghargaan yang diraih sebagai Pemuda Pelopor Bidang Sosial Kemasyarakatan dengan mempelopori Gerakan Sabtu Mengajar kepada masyarakat Desa Mandalawangi.
Penghargaan diserahkan secara resmi oleh Menteri Desa Yandri Susanto dan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis 15 Januari 2026.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani memberikan, apresiasi kepada Dianturi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang.
BACA JUGA: Terendam Banjir, 21 Hektare Sawah di Pandeglang Selatan Terancam Puso
Bupati memberikan, dukungan agar gerakan kepeloporan desa dapat diimplementasikan oleh desa-desa lain.
“Melalui momentum Hari Desa Nasional 2026, penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi pemuda desa lain untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan desa yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” harap Bupati Dewi.
Kepala DPMPD, Musmim Taufik melalui Plt Sekretaris DPMPD Pandeglang, Opik membenarkan, penghargaan yang diterima oleh seorang pemuda desa di Pandeglang pada peringatan Hari Desa Nasional 2026.
“Prestasi yang diraih Dianturi tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten di tingkat nasional,” katanya.
Dikatakannya, Gerakan Sabtu Mengajar merupakan inisiatif sosial yang berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah pedesaan, khususnya melalui kegiatan belajar nonformal yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu.
Program ini bertujuan membersamai anak pandeglang untuk mendapatkan akses ke bangku Pendidikan yang lebih tinggi dan dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan pendampingan belajar bagi anak-anak desa, sekaligus mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Keberhasilan ini mencerminkan peran strategis pemuda desa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan sosial di lingkungan warga,” terangnya.***

















