BANTENRAYA.COM – Walikota Serang Budi Rustandi meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperbesar kapasitas saluran pembuangan air di jalan tol tepatnya di Perumahan Bumi Agung Permai (BAP), Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Permintaan memperbesar kapasitas, karena setiap musim hujan saluran pembuangan air itu kerap meluap, sehingga permukiman warga BAP menjadi langganan banjir.
Permintaan memperbesar kapasitas saluran pembuangan itu terungkap dalam rapat koordinasi penanganan banjir Jalan Tol Tangerang-Merak, yang digelar di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Senin 5 Januari 2026.
BACA JUGA: DLH Cilegon Soroti Kurangnya Data Konsesi Tambang dari Provinsi Banten
BPJT berkomitmen untuk memperbesar kapasitas saluran pembuangan air di jalan tol sebagai upaya mengatasi masalah banjir yang kerap mengganggu kawasan Kota Serang.
Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan, BPJT akan segera melakukan peningkatan diameter terowongan pembuangan air dari 82 cm menjadi 2 meter persegi dan dijadwalkan terealisasi pada tahun ini.
“Insya Allah, proyek ini akan dilakukan tahun ini dan akan membantu mengatasi banjir di Kota Serang,” ujar Budi, kepada Banten Raya.
Ia menuturkan, perluasan terowongan bertujuan untuk mengatasi penyempitan aliran air di tiga titik crossing yang menjadi salah satu pemicu banjir.
“Dengan demikian, air hujan dapat mengalir lancar dan tidak menyebabkan banjir. Tahun ini harus realisasi, karena capek kan turun banjir mulu,” jelas dia.
Kepala Bidang Pemantauan dan Pemeliharaan Aset BPJT, Agung mengaku pihaknya mendukung penuh usulan yang diajukan Pemkot Serang.
Ia menyebutkan, terdapat lima titik lokasi yang diusulkan untuk penanganan banjir, meskipun rincian lokasi akan diumumkan lebih lanjut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang.
“Kami dari BPJT mendukung usulan dari Pemkot Serang. Namun, penanganan banjir kawasan ini membutuhkan peran semua pihak – bukan hanya terkait jalan tol, melainkan seluruh elemen terkait. Hal ini juga perlu diperhatikan mengingat adanya perubahan tata guna lahan yang cukup signifikan di kawasan tersebut,” ujar Agung, kepada Banten Raya.
Ia mengatakan, perencanaan penanganan banjir sedang dalam tahap pembahasan dan akan segera diekspos ke publik. Proses perencanaan juga melibatkan DPUPR untuk memastikan langkah yang diambil memberikan dampak positif maksimal.
“Namanya membuat sesuatu perlu direncanakan dulu supaya nanti jangan sampai tidak memiliki dampak positif. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melibatkan mereka dalam perencanaan,” ucapnya.
Agung berharap kolaborasi antara semua pihak terkait dapat menghasilkan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak dalam mengatasi masalah banjir di Kota Serang.
“Kami harapkan sinergitas dan kolaborasi ini bisa terus terjalin guna bisa menghasilkan solusi yang terbaik,” pungkasnya. ***
















