BANTENRAYA.COM – Sebagian kawasan Wisata Pantai di Pandeglang Selatan sempat terdampak bencana tsunami pada tahun 2018 lalu akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Bencana tsunami yang menerjang sebagian wilayah pesisir pantai Pandeglang Selatan, dipicu oleh longsoran material Gunung Anak Krakatau.
Getaran erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi pemicu terjadinya tsunami Selat Sunda, hingga memporak-porandakan sebagian pesisir pantai di Pandeglang Selatan.
BACA JUGA: Siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Serang Bertambah 1 Orang: Alhamdulillah Betah!
Berikut kondisi terkini aktivitas gunung tersebut dilaporkan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau Badan Geologi, PVMBG KESDM.
– Gunung Api Anak Krakatau memiliki ketinggian sekitar 157 MDPL.
– Meteorologi di lokasi Gunung dengan kondisi cuaca cerah, mendung, dan hujan.
BACA JUGA: Tinjau Banjir di Banten Lama, Budi Rustandi Geram Sungai Beralih Fungsi
– Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur laut, tenggara, dan barat.
– Suhu udara 24.7-27.1 °C dan kelembaban udara 78-93 %.
– Ombak laut di kawasan Gunung Api sedang-besar.
– Tingkat Aktivitas Anak Krakatau Level II atau Waspada.
Secara visual Gunung Api Anak Krakatau jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 5-10 m di atas puncak kawah.
Kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-6 mm (dominan 1 mm).
Rekomendasi, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun para pendaki tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. ***















