BANTENRAYA.COM – Aktivitas truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kabupaten Lebak masih marak.
Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak bahkan belum lama ini mengakui, truk ODOL jadi salah biang kerok jalan di Lebak cepat rusak.
Kasatlantas Polres Lebak, AKP Liska Oktavima menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut.
Kejar Target Zero ODOL di Lebak
Kendati begitu, kepolisian mengaku kesulitan jika harus mengejar target zero ODOL.
“Sosialisasi terus kita tingkatkan. Tak hanya di jalan, bahkan kami mendatangi pengusaha truk tersebut,” kata Liska di ruang kerjanya, Selasa, 30 Desember 2025.
Tak hanya sosialisasi, Liska bilang polisi juga kerap memberi teguran keras ke sopir yang kedapatan melanggar.
Menurutnya, aktivitas truk ODOL biasanya terjadi lantaran para sopir yang terus membandel serta tekanan untuk mengurangi biaya angkutan.
“Pelanggaran itu akan selalu ada karena memang biasanya sopirnya bandel atau yang punya muatan ingin menekan biaya pengiriman,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kabupaten Lebak, Abdurazak mengakui, aktivitas truk ODOL menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan yang ada di Kabupaten Lebak.
Hal itu terjadi lantaran kebanyakan jalan yang ada di Kabupaten Lebak merupakan jalan kelas III yang hanya sanggup untuk beban sumbu terberat (MST) maksimal 8 ton.
“Pengelola Tol Serpan juga mengeluhkan padahal ya statusnya jalan tol, apalagi hanya untuk kabupaten. Ini merugikan daerah secara materil dan membahayakan,” kata Abdurazak belum lama ini. ***
















