BANTENRAYA.COM – Perkembangan kasus pembunuhan bocah 9 tahun anak dari politis PKS di Kompleks Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Polres Cilegon telah melakukan pemeriksaan kepada 22 orang.
Diketahui bocah 9 tahun atas nama Muhamad Axle Harman Miller siswa kelas 4 SD Islam Al-Azhar 40 Cilegon menjadi korban kasus pembunuhan di rumahnya sendiri yang berada di Kompleks Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, pada Selasa 16 Desember 2025 lalu.
Anak berusia 9 tahun itu merupakan putra dari salah satu kader politikus PKS ditemukan dirumahnya dengan kondisi sudah tak bernyawa dan belasan luka tusuk senjata tajam serta darah yang mengalir deras.
BACA JUGA: Lonjakan Kasus Narkoba di Lebak, Polisi Ungkap 60 Kasus Sepanjang 2025
Sudah 2 pekan kasus pembunuhan tersebut, tapi sampai saat ini Polres Cilegon belum mengumumkan secara pasti siapa dalang dari pembunuhan bocah 9 tahun di rumah mewah BBS 3 itu.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih proses penyelidikan dari tersangka kasus pembunuhan bocah 9 tahun itu.
Kata dia, dirinya belum bisa menyampaikan terkait proses perkembangan kasus tersebut secara detail kepada khalayak umum.
“Kami masih proses penyelidikan, kami tidak bisa menyampaikan di sini karena berkaitan dengan barang bukti ilmiah,” katanya kepada awak media, Senin 29 Desember 2025.
Namun, ia mengungkapkan, bahwa pihaknya sampai saat ini telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi pada kasus tersebut.
“Kalau untuk saksi ada 22 orang yang sudah kami mintai keterangannya, tapi apapun itu kami belum bisa menyampaikan di sini,” ungkapnya.
Sebanyak 22 orang saksi itu salah satunya terdapat dari beberapa unsur masyarakat sekitar.
“Ya 22 itu adalah dari unsur masyarakatnya,” terangnya.
Saat ditanyai perhal saksi kunci maupun saksi mahkot, Kapolres Cilegon mengaku masih dalam proses penyelidikan.
Menurutnya, saksi mahkota berperan penting dan perlu diketahui bahwa penentuan.
“Saksi mahkota dan saksi kunci melalui gelar perkara dan melalui alat bukti yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh alat bukti pada kasus pembunuhan anak politis PKS sampai saat ini masih dalam perbandingan.
“Semua alat bukti masih diuji dan diperbandingkan, kalau ada kesesuaian kami akan koordinasikan dengan penyidik,” jelasnya.
Dirinya tetap kukuh menyampaikan bahwa sampai saa ini belum bisa menyampaikan terkait saksi atau alat bukti lainnya.
Selama proses pengungkapan kasus tersebut pihanya dibantu oleh Polda Banten dan Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri).
“Kami dibantu oleh Polda Banten dan Bareskrim, tapi bukan berarti kami tidak bekerja, kami bekerja juga,” tuturnya.
Seluruh ungkap kasus pembunuhan itu pihaknya masih dalam proses penyelidikan dalam ungkap kebenaran.
“Semuanya masih kami upayakan, inti kasus ini terang peristiwa pidana dan dapat pelaku,” ucapnya.
Meskipun selama 2 pekan ini belum ada titik terangnya, namun pihanya masih terus berusaha melauka penyelidikan mendalam dari semua unsur apapun yang berkaitan denga grafis dan lain-lain.
“Semuanya masih kami proses penyelidikan,” pungkasnya.***















