BANTENRAYA.COM – Angga Ardiansyah pria berusia 39 tahun atau dikenal dengan sapaan Om Al, memiliki gagasan yang besar guna memperkuat kemandirian pangan pada sektor ikan air tawar di Banten.
Al mengatakan, pangsa pasar ikan air tawar di Banten mayoritas jenis ikan favorit konsumsi masih disuplai dari daerah luar, yang notabene bisa dioptimalkan di wilayah sendiri.
“Berdasarkan informasi yang saya dapat, 100 persen pasokan ikan air tawar, jika bicara lele dan gurame itu rata-rata dikirim dari Lampung dan Jawa, ikan mas, nila, patin, dan bawal dikirim dari Jatiluhur, Cirata, Jatigede Bogor Sukabumi, Banten hanya mensuplai sekitar 5 persen saja,” kata Al kepada Bantenraya.com, ditemui di Jalan Raya Karundang, Kota Serang, Selasa 23 Desember 2025.
Menurutnya, Banten juga memiliki potensi yang besar untuk budidaya ikan air tawar, dengan banyak aliran sungai dan waduk yang tidak produktif, sehingga, dapat dilakukan kegiatan yang serupa.
“Permasalahannya bukan di lahan, karena Banten punya waduk terbesar ketiga di Indonesia. Saya ingin dalam 5 hingga 10 tahun ke depan Banten bisa mandiri secara alami,” ungkapnya.
BACA JUGA: BBPOM Serang Temukan Ribuan Produk Ilegal, Nilai Barang Bukti Capai Rp650 Juta
Dalam waktu dekat, Om Al juga berencana untuk menggandeng para pengusaha Pemancingan di Banten melalui sebuah wadah perhimpunan atau koperasi, yang mampu menjadi ujung tombak pada sisi pemasaran.
“2026 saya ingin menggagas perhimpunan pengusaha pemancingan, itu akan jadi ujung tombak para pembudi daya ikan di Banten, kami perkuat dulu dari sisi pemasaran atau hilirnya,” jelas Al.
Termasuk, melibatkan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya agar mimpi untuk mewujudkan kemandirian pangan di Banten bisa terwujud dalam waktu yang lebih cepat.
“Ini tidak mudah, dan perlu banyak pihak kita harus bersinergi baik dengan pemerintah karena semua ada peraturannya ada perdanya. Dan juga, perlu ada tenaga yang betul paham dalam penanganan ini,” tuturnya.
Om Al menjadi salah satu pengusaha pemancingan yang sudah eksis selama 9 tahun di Kota Serang, dengan mengusung nama Pemancingan Tengkleng.
BACA JUGA:BBPOM Serang Temukan Ribuan Produk Ilegal, Nilai Barang Bukti Capai Rp650 Juta
“Karena mancing itu hobi dan merupakan sebuah momen yang bisa mendekatkan ayah dan anak, ini menjadi quality time nya,” cakap Al.
Saat ini, dalam skala pemancingan, Om Al bisa memproduksi sekitar 50 hingga 100 kilogram ikan mas dalam sehari. Hal ini tentu dapat dikembangkan lebih baik lagi dengan sinergi yang kuat.***














