Ia mendorong Bupati Serang untuk memilih kepala OPD yang tidak memiliki masalah baik menyangkut kinerja maupun yang lainnya.
Ia menegaskan, jabatan eselon II harus diisi oleh orang yang berkompeten dan memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan OPD masing-masing.
“Contohnya di Dinas Kesehatan harus tenaga medis atau dokter. Ditambah juga pengalaman rekan jejak saat menjabatnya,” ujarnya.
Syarat utama untuk menjabat eselon II, kata Syaeful, juga harus dipercaya oleh kepala daerah dan tidak memiliki rekam jejak kurang baik.
“Karena kepala daerah akan kena efeknya kalau dia rekam jejaknya bermasalah. Jadi kepala daerah enggak mungkin melaksanakan janji kampanye dengan eksekusi sendiri, harus dieksekusi dengan lembaga teknisnya,” katanya.
Ia juga menyarankan agar Bupati Serang tidak salah dalam menempatkan seseorang untuk menduduki jabatan eselon II yang bisa berdampak fatal.
“Ibu Bupati ini kan membutuhkan seorang birokrat yang betul-betul berpengalaman dalam memberi dukungan dan menterjemahkan visi misi kepala daerah,” jelasnya. ***



















