BANTENRAYA.COM, TANGERANG – Pengurus Asosiasi Pendidikan Informatika dan Komputer (APTIKOM) dan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Banten periode 2025-2029 resmi dilantik, Senin 1 Desember 2025. Pelantikan yang dilaksanakan di Istana Nelayan ini diikuti oleh 58 orang dari sejumlah perguruan tinggi swasta di Banten.
Ketua APTIKOM Provinsi Banten Prof Henderi mengatakan, program studi informatika dan komputer merupakan satu diantara delapan program kerja pemerintah Prabowo-Gibran. Dimana salah satu program tersebut adalah menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan unggul secara global.
BACA JUGA: Momentum HUT KORPRI, Wali Kota Tangerang: Perkuat Kebersamaan Membangun Kota dan Melayani Publik
“Nah, Aptikom tentu mengambil peran di bidang ini, terutama kita akan melaksanakan bagaimana implementasi kurikulum berbasis OBE supaya lulusan-lulusan dari program studi Informatika itu nanti betul-betul siap terap di lapangan dan bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan industri dan stakeholders,” ujarnya, Senin 1 Desember 2025.
Usai dilantik, sambung Henderi, pihaknya berencana akan melakukan rapat kerja untuk menyusun program kerja yang akan berlangsung hingga 2029 mendatang. Selain itu, dalam rapat tersebut, pihaknya juga akan membahas mengenai program peningkatan SDM dalam bidang teknologi yang ada di Banten.
“Artinya secara garis besar saya ingin sampaikan dalam waktu dekat setelah pelantikan pengurus ini, kami akan melakukan rapat kerja untuk menyusun program kerja. Tentu mengundang juga beberapa stakeholders, pemerintah, kemudian hal-hal yang berhubungan dengan Informatika untuk merumuskan apa yang harus kita lakukan,”imbuhnya.
BACA JUGA: Bawang Merah dan Sayur Picu Inflasi Banten Jelang Tahun Baru
“Kita memiliki 1,7juta mahasiswa di Provinsi Banten dan 30 persen diantaranya itu adalah jurusan Informatika. Tentu kita akan berperan serta, termasuk di antaranya mensukseskan program-program kerja Gubernur yang ingin meningkatkan misalnya dalam hal ini bagaimana digitalisasi terhadap layanan termasuk UMKM dan seterusnya,” tambahnya.
Henderi mengatakan, masalah kesenjangan teknologi di luar Tangerang Raya kini menjadi tantangan besar bagi pihaknya untuk meningkatkan kualitas SDM di Banten. Pihaknya pun berencana akan berkolabirasi dengan Pemprov Banten untuk mengatasi masalah tersebut.
BACA JUGA : Laga Tunda BRI Super League, Bigmatch Persib Bandung Versus Borneo FC Samarinda
“Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat program studi informatika di Banten ada 102 dan 60 persen diantaranya ada di Tangerang Raya. Artinya, kesenjangan-kesenjangan teknologi sebagian besar program studi yang sudah katakanlah berkualitas di Informatika itu sebagian besar ada di Tangerang Raya,” imbuhnya.
“ Untuk itu kita akan dorong beberapa program studi (Prodi) yang ada di Tangerang Raya itu untuk bisa berpartisipasi di Pandeglang, Lebak, Cilegon, dan seterusnya supaya kesenjangan digital ini bisa kita turunkan. Jadi, betul ada kesenjangan digital di Provinsi Banten dan Aptikom akan mengambil peran untuk bagaimana menurunkan kesenjangan tersebut melalui program-program kerja yang akan kita rumuskan,” tambahnya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Provinsi Banten yang juga menjabat semagai pembina APTIKOM Prof PO Abas Sunarya mengatakan, APTIKOM merupakan kepanjangan tangan dari APTISI. Pihaknya pun berniat untuk menjadikan setiap program studi perguruan tinggi di Banten memiliki asosasi.
BACA JUGA : Langsung Dicoret dari MTQ, Panitia Temukan 12 Calon Peserta Cabutan Berasal dari Luar Lebak
“Saya ingin di Banten ini semua ada organisasinya.Supaya rumpun keilmuan itu diurus dengan baik. Kita pengin semuanya berkualitas. Oleh karena itu, tentu ini menjadi tanggung jawab orang tua.Sekarang Alhamdulillah, ya, sudah terbentuk. Kalau sudah semuanya sudah terbentuk ini satu kekompakkan. Bagaimana kita membangun Banten supaya betul-betul ada pemerataan keilmuan,” imbuhnya.
“Jangan ada yang merasa lebih tinggi dan jangan ada yang merasa ditinggalin. Nah, itu organisasi kalau menurut saya kan merupakan jembatan emas. Tinggal tergantung siapa memanfaatkan jembatan itu. Maka untuk anak-anak muda, saya berharap semuanya mumpung dikasih amanah coba berbuat yang terbaik untuk Banten, untuk bangsa, dan negara,” tambahnya.
BACA JUGA : Spoiler Drama Nice To Not Meet You Episode 9 Sub Indo: Aksi Hyeon Jun Buntuti Jeong Sin dan Byung Gi
Menurutnya, pengembangan SDM bidang teknologi di Banten menjadi tantangan tersendiri bagi APTISI Banten. Dirinya pun menilai jika tantangan tersebut harus dilawan agar menjadi motivasi bagi pemangku kepentingan untuk perduli terhadap peningkatan SDM di Banten.
“Sebetulnya di mana-mana ada tantangan. Justru tantangan itulah yang harus kita lawan, harus kita lalui. Justru tanpa ada tantangan itu kita tidak punya semangat. Menurut saya, semuanya itu adalah dorongan, lebih, lebih pada itu.
Ada dorongan itu dari siapa timbul? Ya, dari orang yang peduli,” imbuhnya.
“ Saya selalu mengatakan kalau uang boleh disimpan masing-masing, tapi Kalau ilmu, harus dibagi-bagi supaya rakyat kita semua intelek. Jadi tidak tertinggal. Dengan adanya asosiasi ditingkat daerah, ini jadi jembatan sekaligus juga jadi masukan buat wakil-wakil kita yang ada di legislatif untuk diteruskan kepada pemerintah supaya ada pemerataan. Jangan berpihak pada salah satu saja, karena masalah ini adalah tanggung jawab bersama untuk kepentingan bangsa,” pungkasnya. (Ger)














