“Tadi sudah lepas sebagai simbol kita ingin memperkuat jalur kereta barang, kalau dari Cilegon nanti mampir ke Tanjung Priok lanjut ke Semarang dan ke Surabaya,” ungkapnya.
AHY menyebutkan, harus ada upaya duduk Bersama semua pemangku kepentingan, apakah pemerintah baik eksekutif dan legislatif, pemerintah pusat dan daerah, serta juga swasta dalam membangun konektivitas pembangunan logistic. Hal itu agar perekonomian bisa berjalan.
“Kita harus berbenah diri, kami mengawal upaya pembangunan infrastruktur lebih terintegrasi dan lebih tepat sasaran dan lebih transparan akuntabel dan efisien,” ujarnya.
“Tidak sembarang harus ada planning harus ada upaya kita untuk duduk bersama. Seringkali bukan masalah teknokratis, tapi masalahnya adalah ego sektoral bekerja karena masing-masing punya agenda, masing-masing punya prioritas masing masing punya anggaran,” tegasnya.
“Nah kalau sudah masuk ke wilayah politik menjadi unfortuneli kadang kala sendiri-sendiri. Namun, dengan upaya politik juga kita ingin mengintegrasikan jadi antar kementerian lembaga, pemerintah dengan parlemen tapi juga antar pemerintah pusat dan daerah, termasuk sektor privat atau swasta,” paparnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam acara menyatakan, ada sebanyak 21 kawasan industri di Banten.
Namun, hal itu tentu butuh pemenuhan infrastruktur. Sebab, jalan di Banten sekarang sempit dan harus ada pelebaran jalan.
“Kami ingin tol bebannya berkurang dan pelabuhan bisa dimaksimalkan, truk berdampingan dengan mobil kecil dan kemudian otomatis bahan bakar yang disubsidi pemerintah semakin besar subsidinya. kami berharap jalur jalan bisa diperbesar, terutama yang menuju Kawasan industri,” pungkasnya. ***


















