BANTENRAYA.COM – Direktur Bina Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN, Zamhir Setiawan mengungkapkan, salah satu penyebab rendahnya partisipasi pria, termasuk di Lebak, dalam metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) ialah karena mitos.
Dia menyebut, masyarakat saat ini beranggapan bahwa metode kontrasepsi itu bisa menurunkan vitalitas hingga menganggu kesehatan.
“Karena mitos dan anggapan keliru membuat penggunaan kontrasepsi vasektomi rendah,” kata Zamhir dalam kegiatan sosialisasi Bangga Kencana di Gedung Tekad Waras, Rangkasbitung, Senin, 17 November 2025.
Zamhir mengklaim edukasi kontrasepsi vasektomi oleh pihaknya terus dilakukan. Selain itu, layanan medis dan tenaga kesehatan juga sudah siap secara profesional.
Menurutnya, BKKBN terus mendorong strategi sosialisasi berbasis pengalaman nyata kontrasepsi.
“Makanya kami menghadirkan pria langsung yang sudah menggunakan metode vasektomi. Jadi mitos bisa ditekan,” terangnya.
BACA JUGA : Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang di Lebak Rendah, Masih Gunakan Alat Kontrasepsi Jangka Pendek
Sementara data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lebak menyebutkan metode kontrasepsi panjang, termasuk vasektomi masih rendah, yaitu baru mencapai 11,9 persen.
Hal itu membuat pemerintah kesulitan menjalankan program keluarga berencana serta menekan kehamilan yang tidak terduga.
Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa juga menekankan pentingnya jurus jitu untuk menghilangkan mitos tersebut di tengah masyarakat.
Hal itu penting untuk membentuk keluarga yang berkualitas.
“Lewat sosialisasi ini, orang tua tahu hal-hal yang menjadi komponen keluarga berkualitas,” kata Adde Rosi. (***)
















