BANTENRAYA.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang memberikan pelatihan budidaya rumput laut kepada belasan warga Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa.
Pelatihan tersebut diberikan supaya Desa Tengkurak bisa menjadi sentra ekonomi rumput laut baik berupa bahan bahu atau pembuatan produk dari bahan dasar rumput laut.
Sekretaris Diskan Kabupaten Serang Rochyan Aglan mengatakan, Desa Tengkurak merupakan desa penghasil rumput laut varietas gracilaria terbesar di Kabupaten Serang.
BACA JUGA: Siapkan Strategi Besar, Robinsar Targetkan Pengangguran di Cilegon Turun pada 2026
“Secara teknik kita ingin ada satu peningkatan tetap, peningkatan produksi. Kita ingin desa itu bukan hanya produksi bahan bakunya, tetapi kita ingin ada bentuk olahannya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, rumput laut varietas gracilaria tumbuh dan dikembang biakan di tambak-tambak yang ada di pesisir Kecamatan Pontang, Kecamatan Tirtayasa dan Kecamatan Tanara.
“Tapi semua desa itu yang paling tinggi produksinya adalah Desa Tanggurak, makanya kita fokus ke sana. Kita ingin pasca panen rumput laut, masyarakat disana bisa membuat produk supaya bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” katanya.
Rochyan menuturkan, secara umum hasil produksi rumput laut di Kabupaten Serang bisa menembus 42 ribu ton dalam sekali panen dan 30 persennya berasal dari Desa Tengkurak.
“Tentu cukup potensial untuk dikembangkan menjadi produk- produk olahan yang lebih bernilai. Tapi sejauh ini kebutuhan masih tinggi, artinya pabrik masih selalu menerima,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, ada dua jenis rumput laut yang dikembangkan di Kabupaten Serang yakni Varietas eucheuma cottonii yang tumbuh di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa dan varietas gracilaria yang tumbuh di tambak-tambak.
“Sistem budidaya nya dengan polikultur dan bisa pengen dalam waktu 40 haru, jadi bisa disatuin dengan udang dan bandeng. Karena dalam rumput laut itu tumbuh makanan udang dan bandeng,” paparnya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Serang Uus Bustomi mengatakan, dari 5029 hektare tambak yang ada di Kabupaten Serang 30 persennya dari Desa Tenggkurak.
“Hasil budidayanya cukup bagus, biasanya dilakukan dengan cara polikultur jadi disatuin antara rumput laut, bandeng dan udang. Hasil panennya dalam satu hektare itu bisa sampai dua ton,” tuturnya.***















