BANTENRAYA.COM – Sebanyak 570 warga Kabupaten Serang telah berengkat ke luar negeri untuk menjadi pekerja migran dalam kurun waktu Januari sampai Oktober 2025.
Angka tersebut menunjukan adanya penurunan dari jumlah pekerja migran pada tahun sebelumnya yang mencapai 767 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami mengatakan, pekerja migran yang telah berangkat terdiri dari 178 laki-laki dan 392 perempuan.
BACA JUGA: Desa Tengkurak Didorong Jadi Sentra Ekonomi Rumput Laut di Kabupaten Serang
“Rata-rata dari Kecamatan Pontang, Kecamatan Tanara dan Tirtayasa. Negara tujuannya ke Asia Pasifik seperti Jepang, Malaysia dan Taiwan,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, selama tiga tahun terakhir jumlah pekerja migran semakin turun karena pada tahun 2023 jumlah pekerja migran mencapai 809 orang dan pada tahun 2024 mencapai 767 orang.
“Tahun 2025 sampai akhir oktober mencapai 570 orang. Kemungkinan akan ada tambahan lagi karena saya dapat info sudah ada yang mendapatkan visa,” katanya.
Diana menuturkan, selain dari negara di kawasan Asia Pasifik, negara-negara timur tengah juga masih menjadi tujuan para pekerja migran.
“Pekan kemarin tiga orang berangkat ke Jepan. Kemudian ada yang berangkat ke Polandia, Turki, Taiwan, Hongkong. Rencananya bulan ini ada yang berangkat ke Malaysia tapi saya belum lihat datanya,” jelasnya.
Pihaknya memastikan, 570 warga Kabupaten Serang yang menjadi pekerja migran itu aman karena sudah melalui tahap dan prosedur yang tepat serta telah lulus kompetensi.
“Semuanya legal, ada car driver, barista, bandara, hospitality dan perawat jompo. Ada juga montir di timur tengah yang gajinga Rp40 juta perbulan,” paparnya.
Ia menjelaskan, sebelum diberkangkatkan ke luar negeri pekerja migran lebih dulu mengikuti kursus bahasa dan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan skil.
“Yang paling penting harus mengusai bahasa dan sebelum berangkat mereka itu harus punya sertifikasi kompetensi. Jadi dilatih dulu, nanti setelah bersertifikat baru bisa berangkat,” tuturnya.
















