Kamis, 26 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 26 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Ki Wasid dan Geger Cilegon 1888, Simbol Perlawanan Abadi Rakyat Banten terhadap Penindasan

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
10 November 2025 | 06:45
Cilegon

Koran harian “Bataviaasch Nieuwsblad” yang terbit di Batavia memberitakan tentang peristiwa pemberontakan di Cilegon yang diberi judul “De Opstand In Bantam” atau “Pemberontakan di Banten” yang kemudian dikenal dengan peristiwa Geger Cilegon atau Pemberontakan Petani Banten 1888. (Dokumentasi Bataviaasch Nieuwsblad)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM — Pemberontakan besar yang dikenal sebagai Geger Cilegon atau Pemberontakan Petani Banten 1888 menjadi salah satu bab penting dalam sejarah perlawanan rakyat terhadap kolonialisme Belanda. Peristiwa yang dipimpin oleh ulama karismatik Ki Wasid ini meletus bukan secara tiba-tiba, tetapi sebagai hasil dari tumpukan penindasan sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan yang berlangsung selama masa penjajahan Belanda.

Akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ade Jaya Suryani, menegaskan bahwa pemberontakan tersebut merupakan respons rakyat terhadap sistem kolonial yang menindas kehidupan masyarakat Banten setelah runtuhnya Kesultanan Banten pada 1813. Pemberlakuan pajak yang berat, praktik kerja paksa, dan kebijakan yang menekan ajaran Islam menjadi pemicu kemarahan rakyat pada penguasa kolonial.

“Geger Cilegon menjadi simbol perlawanan rakyat Banten terhadap ketidakadilan kolonial dan upaya mempertahankan martabat Islam,” ujar Ade Jaya Suryani, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, struktur pemerintahan kolonial menggantikan tatanan tradisional di Banten yang sebelumnya dipimpin seorang sultan. Pada masa kolonial, para pejabat pribumi seperti patih dan jaksa dianggap bersekongkol dengan Belanda dan menjadi alat penindasan terhadap rakyat. Akhirnya, para “londo ireng” ini pun menjadi sasaran amukan rakyat saat Geger Cilegon.

“Perlawanan lahir dari ketidakadilan. Pemberontakan ini menunjukkan bahwa penindasan ekonomi, politik, dan agama pada akhirnya menimbulkan perlawanan rakyat. Pajak berat, kerja paksa, serta pelecehan terhadap ajaran Islam menimbulkan kemarahan yang lama terpendam. Ketika saluran keadilan tertutup, pemberontakan menjadi satu-satunya jalan yang mereka rasa mungkin,” kata Ade.

BACA JUGA : Terpilih Jadi Ketua PAN Cilegon, Pengamat Sebut Dede Rohana Layak

Ketika rakyat hidup dalam situasi yang serba tertekan, muncul tokoh-tokoh religius yang menjadi motor perlawanan. Hadji Wasid—yang lebih dikenal sebagai Ki Wasid—bersama Hadji Tubagus Ismail dan Hadji Iskak membentuk jaringan kiai dan tarekat. Mereka tergabung dalam tarekat Qadiriyah, yang pada masa itu tidak hanya menjadi wadah spiritual, tetapi juga menjadi jaringan sosial-politik rakyat kecil.

Ki Wasid memandang bahwa penindasan terhadap rakyat dan pelecehan terhadap ajaran Islam merupakan ancaman terhadap umat. Ia menyerukan perang sabil atau perang suci untuk menegakkan kembali martabat agama dan keadilan sosial. Perang ini dialamtkan kepada para pejabat Belanda kafir.

“Beberapa tahun sebelum pemberontakan, ia (Ki Wasid-red) berhasil memanfaatkan suasana kebangkitan religius untuk menyatukan kekecewaan rakyat terhadap pajak, kerja paksa, dan pelecehan terhadap Islam menjadi gerakan jihad melawan penjajahan. Ia menghubungkan penderitaan sosial dengan tanggung jawab religius, menyerukan perang sabil melawan ‘penguasa kafir’ Belanda,” jelas Ade.

Malam sebelum hari pemberontakan, ratusan pengikut Ki Wasid berpakaian serba putih berarak di jalan-jalan sambil berzikir dan menabuh rebana. Arakan tersebut menjadi simbol kesucian dan tekad suci untuk melawan penjajahan. Ketika fajar menyingsing, pasukan rakyat langsung menyerang rumah-rumah pejabat kolonial dan aparat pribumi. Serangan pertama terjadi di rumah Dumas, pegawai kantor asisten residen, sebelum menyebar ke berbagai titik di Cilegon dan sekitarnya.

BACAJUGA:

Walikota Serang Budi Rustandi menyerahkan bantuan Asistensi kepada orang tua siswa sekolah rakyat di kantor Dinsos Kota Serang, Rabu 25 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Walikota Serang Budi Rustandi Serahkan Bantuan Atensi Kemensos Bagi Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

25 Februari 2026 | 21:41
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani melaksanakan Safari Ramadan di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Selasa (24/2) malam.

Bupati Pandeglang Gelar Tarling Ajak Warga Tingkatkan Keimanan

25 Februari 2026 | 21:37
Tanah yang menutup akses Jalan Raya Batuhideng, Tanjung Lesung-Sumur, Kabupaten Pandeglang, dibersihkan alat berat, Rabu (25/2). (Yanadi/bantenraya)

Akses Jalan Batuhideng Pandeglang Kembali Normal Usai Dibersihkan Usai Alami Longsor

25 Februari 2026 | 21:33
Kuasa hukum tukang ojek pangkalan melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/2).

Tukang Ojek Pangkalan Pandeglang Gugat Pemprov Banten Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar

25 Februari 2026 | 21:28

Serangan mendadak tersebut sempat membuat pasukan kolonial kewalahan. Beberapa pejabat Belanda tewas, dan sejumlah kantor pemerintahan hancur diserbu massa. Namun, keunggulan militer Belanda segera membalik keadaan. Dengan dukungan senjata modern dan pasukan dari Batavia, pemberontakan berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.

BACA JUGA : Direvitalisasi, Monumen Geger Cilegon Tak Ada Lahan Parkir

Ki Wasid dan para pengikutnya melarikan diri ke arah timur. Dalam catatan Belanda, ia akhirnya gugur di sebuah tempat bernama Medang Batu, yang kini disebut Arjawinangun. Lokasi itu diduga berada di sekitar wilayah Cilegon masa kini, meskipun belum ditemukan bukti pasti.

Meski gagal secara militer, pemberontakan tersebut mengguncang fondasi kekuasaan kolonial di Banten. Pemerintah Belanda memperketat pengawasan terhadap kegiatan keagamaan dan membatasi pergerakan para kiai tarekat yang dianggap berpotensi memberontak.

Siapa Itu Ki Wasid Cilegon

Ade menjelaskan, dalam buku “The Peasants’ Revolt of Banten in 1888” karya Sartono, Ki Wasid/ Hadji Wasid adalah ulama karismatik asal Grogol, Cilegon, yang menjadi tokoh utama dalam meletusnya pemberontakan petani Banten pada Juli 1888. Ia lahir sekitar tahun 1840-an dan dikenal sebagai guru agama dengan kepribadian kuat, keras, dan temperamental, serta memiliki kecenderungan pada mistisisme. Ia berasal dari keluarga pemberontak: ayahnya, Abas, pernah terlibat dalam pemberontakan Hadji Wakhia pada 1850, dan keluarganya dikenal dekat dengan para pemimpin perlawanan lokal.

Peran Ki Wasid sangat penting, baik dari sisi ideologis maupun organisatoris. Ia mengaitkan penderitaan rakyat akibat pajak tinggi dan kerja paksa dengan penindasan terhadap Islam. Dengan khotbah-khotbahnya, ia menanamkan keyakinan bahwa melawan penjajahan adalah bagian dari kewajiban agama.

Selain itu, Ki Wasid juga dikenal sebagai penggerak jaringan dakwah lintas daerah. Ia melakukan perjalanan ke Batavia, Bogor, Bandung, dan Cirebon untuk memperluas pengaruh dan menggalang dukungan. Ziarahnya ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon disebut-sebut menjadi momentum spiritual sebelum perlawanan dilancarkan. Menurut Ade, karisma Ki Wasid membuatnya dihormati dan diikuti banyak orang, namun juga membawa risiko besar.

Lebih dari satu abad kemudian, Geger Cilegon tetap menjadi peristiwa penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Dari peristiwa itu, terlihat bahwa ketidakadilan sosial, penindasan ekonomi, dan tekanan terhadap kebebasan beragama dapat memicu ledakan perlawanan rakyat. Ade menilai bahwa pemberontakan ini memberikan beberapa pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia modern.

“Pertama, perlawanan lahir dari ketidakadilan yang terus dibiarkan. Kedua, agama bisa menjadi sumber moral dan solidaritas sosial. Dan ketiga, kepemimpinan karismatik harus diimbangi dengan strategi yang matang sehingga tidak menimbulkan banyak korban,” tuturnya.

BACA JUGA :Hanya 4 Dapur Umum MBG di Kota Cilegon Yang Dinilai Memenuhi Syarat

Ia menambahkan, semangat religius yang lahir dari Geger Cilegon telah menjadi inspirasi bagi pergerakan-pergerakan nasional berikutnya hingga kemerdekaan Indonesia. Walau gagal secara militer, Ki Wasid dan para pengikutnya telah menanamkan nilai keberanian dan martabat.

“Geger Cilegon menjadi simbol keberanian rakyat Banten mempertahankan martabat, iman, dan harga diri. Semangat religius dan solidaritas sosial yang lahir darinya menginspirasi perjuangan-perjuangan berikutnya menuju kemerdekaan,” ujar Ade.

Kini, nama Ki Wasid diingat sebagai simbol keberanian rakyat Banten dalam melawan penindasan kolonial. Semangatnya terus hidup dalam narasi sejarah lokal dan nasional. Pemberontakan yang terjadi 137 tahun silam itu bukan sekadar kisah kekerasan, tetapi juga kisah keyakinan dan idealisme bahwa keadilan harus diperjuangkan, meski dengan taruhan nyawa.

“Ki Wasid dikenang sebagai simbol perjuangan Islam dan keberanian rakyat Banten melawan penindasan kolonial,” tutup Ade. (***)

Editor: Wisnu A Mahendra
Tags: BantenCilegongeger cilegonpahlawan
Previous Post

Maknai Hari Pahlawan,Jangan Hanya Seremonial Tapi Terapkan Dikontek Masa Kini

Next Post

Ada Apa Dengan Dewa United, Kalah dari PSM Makin Dekati Zona Degradasi

Related Posts

Walikota Serang Budi Rustandi menyerahkan bantuan Asistensi kepada orang tua siswa sekolah rakyat di kantor Dinsos Kota Serang, Rabu 25 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Daerah

Walikota Serang Budi Rustandi Serahkan Bantuan Atensi Kemensos Bagi Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

25 Februari 2026 | 21:41
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani melaksanakan Safari Ramadan di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Selasa (24/2) malam.
Daerah

Bupati Pandeglang Gelar Tarling Ajak Warga Tingkatkan Keimanan

25 Februari 2026 | 21:37
Tanah yang menutup akses Jalan Raya Batuhideng, Tanjung Lesung-Sumur, Kabupaten Pandeglang, dibersihkan alat berat, Rabu (25/2). (Yanadi/bantenraya)
Daerah

Akses Jalan Batuhideng Pandeglang Kembali Normal Usai Dibersihkan Usai Alami Longsor

25 Februari 2026 | 21:33
Kuasa hukum tukang ojek pangkalan melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kabupaten Pandeglang, Rabu (25/2).
Daerah

Tukang Ojek Pangkalan Pandeglang Gugat Pemprov Banten Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar

25 Februari 2026 | 21:28
Ambulans Gratis Lengkapi Sarana Terminal Tipe A Pakupatan Kota Serang Usai Diresmikan Presiden Joko Widodo
Daerah

Pengadaan 8 Ambulans Pemprov Banten Telan Anggaran Rp 37,9 Miliar

25 Februari 2026 | 21:03
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. (Aldi/Bantenraya.com)
Daerah

Wagub Lebak Amir Hamzah Prihatin Mobil Dinas Camat Berusia 16 Tahun, Mau Beli Tak Punya Uang

25 Februari 2026 | 20:58
Load More

Popular

  • Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

    Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegakkan SE Bupati, Satpol PP Kabupaten Serang Sisir Rumah Makan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengisian 6 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Setelah Mutasi Eselon III dan IV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terapkan WFA Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pegawai Pemkot Cilegon Bisa Mudik 16 Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sound Horeg dan Biduan Warnai Sahur on The Road di Jombang Jawa Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 11 Calon Jemaah Haji 2026 Kabupaten Serang Batal Terbang, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lowongan Kerja Pendamping Disabilitas Kota Cilegon, Dibutuhkan 34 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Salira Pemkot Cilegon Difokuskan ke 4 Hal, Maaf Ya Pembangunan Gapura dan Rehab Masjid Dihapuskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

rji

Tingkatkan Pelayanan, RJI Banten Resmikan Kantor Baru

26 Februari 2026 | 03:00
Walikota Serang Budi Rustandi menyerahkan bantuan Asistensi kepada orang tua siswa sekolah rakyat di kantor Dinsos Kota Serang, Rabu 25 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Walikota Serang Budi Rustandi Serahkan Bantuan Atensi Kemensos Bagi Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

25 Februari 2026 | 21:41
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani melaksanakan Safari Ramadan di Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Selasa (24/2) malam.

Bupati Pandeglang Gelar Tarling Ajak Warga Tingkatkan Keimanan

25 Februari 2026 | 21:37
Tanah yang menutup akses Jalan Raya Batuhideng, Tanjung Lesung-Sumur, Kabupaten Pandeglang, dibersihkan alat berat, Rabu (25/2). (Yanadi/bantenraya)

Akses Jalan Batuhideng Pandeglang Kembali Normal Usai Dibersihkan Usai Alami Longsor

25 Februari 2026 | 21:33

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda