BANTENRAYA.COM – Dekontaminasi radiaoaktif Cessium-137 (Cs-137) di Modern Cikande, Kabupaten Serang ternyata tidak menggunakan dana pemerintah.
Adapun aktivitas dekontaminasi tersebut menggunakan dana 22 perusahaan yang terdeteksi terdapat radiasi Cs-137.
Perihal pembiayaan proses dekontaminasi itu disampaikan oleh Deputi Bidang Penagakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup Irjen Pol Rizal Irawan, saat berkunjungan ke Modern Cikande, Jumat 17 Oktober 2025.
BACA JUGA: Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Rizal mengatakan, dekontaminasi Cs-137 di 22 perusahaan yang terdeteksi radioaktif adalah tanggung jawab mutlak setiap perusahaan dan dibantu oleh petugas gabungan.
“Perusahaan itu bukan diminta sumbangan, ini namanya strict liability. Pertanggung jawaban mutlak itu diatur dalam undang-undang,” ujarnya, Jumat 17 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, apapun perusahaan yang menyebabkan polusi berkewajiban untuk menyelesaikan dan membersihkan polusi tersebut.
BACA JUGA: Ratna Sari Bangga jadi Lulusan Terbaik, Unbaja Seperti Rumah Kedua
“Siapa yang melakukan polutan, polusi, dialah yang bertanggung jawab. Sehingga, itu nanti akan dibebankan kepada mereka sebagai polluters,” katanya.
Rizal menuturkan, hal tersebut sudah sesuai sesuai dengan Prinsip Polluter pays principle yang diatur dalam pasal 88 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009.
“Jadi gini, mereka diperintahkan untuk dekontaminasi masing-masing. Biayanya mereka yang bayar sendiri meskipun pelaksananya itu dari rekan-rekan kita,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah berkewajiban untuk melakukan proses pembersihan zat Cs-137 yang berada di lingkungan masyarakat, sedangkan paparan radiasi di perusahaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Mereka menyediakan sendiri perlengkapannya. Karena itu pakai obat dan obatnya itu tidak murah. Dan itu bukan tanggung jawab negara untuk di area industri masing-masing,” paparnya.
Ia mengungkapkan, adapun besaran dana yang dibutuhkan untuk dekontaminasi Cs-137 di 22 perusahaan tersebut variatif tergantung ukuran radiasinya.
“Biayanya ya mereka yang ngatur sendiri, jadi tidak ada ke kita,” tuturnya. ***

















