BANTENRAYA – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Purwakarta dipastikan akan tetap menjalankan program Pokmas meski hanya 40 persen saja. Pokmas Kelurahan Purwakarta sendiri menyatakan tidak ada gejolak dan penolakan akibat kebijakan 40 persen pencairan Salira pada 2025 sekarang.
Ketua Pokmas Purwakarta Oman menjelaskan, sampai sekarang masyarakat masih menerima dengan kondisi tersebut. Belum ada gejolak yang timbul dengan kebijakan realisasi Salira hanya 40 persen.
“Alhamdulillah belum ada. Ini akan dijalankan pokmas untuk 40 persen tersebut,” katanya, Senin (22/9).
Oman menegaskan, bagi RW yang belum kebagian pada 2025 sekarang, maka pada anggaran Salira 2026 dipastikan akan menjadi prioritas pembangunan.
BACA JUGA : Pokmas Ngadu ke DPRD Kota Cilegon Tuntut Kejelasan Program Salira
“Nanti tahun depan akan prioritas. Karena anggarannya juga gelondongan bukan lagi per RW. Di Purwakarta ada 6 RW dan hanya nanti ada sebagian saja yang mendapatkan pembangunan,” ucapnya.
Oman menyatakan, jika tidak ada halangan, pihaknya berharap bisa mendapatkan anggaran secepatnya, sehingga bisa sesuai dengan target untuk bisa selesai cepat.
“Semoga bisa selesai cepat. Ini kan tentu akan membantu masyarakat juga cepat menikmati pembangunan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan (Adpem) Kota Cilegon Tunggul Fernando menyatakan, keputusan 40 persen tersebut berdasarkan hasil rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Melihat terkait situasi APBD dan rata-ratakan akan mengevaluasi 40 persen APBD,” ujarnya.
BACA JUGA : Pencairan Dana Program Salira oleh Pemkot Cilegon Tak Jelas, Pokmas Sebut PHP
Tunggul menjelaskan, termasuk Salira juga yang sebelumnya tidak ada pemangkasan, sekarang hanya direalisasikan sebesar 40 persen atau di termin I saja.
“Pokmas itu direalisasikan hanya 40 persen untuk termin I,” paparnya. (***)


















