BANTENRAYA.COM – Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Robinsar-Fajar Hadi Prabowo akan genap menginjak usia 1 pada 20 Fabruari 2026.
Saat awal dilantik Robinsar-Fajar mendapatkan pekerjaan rumah berupa defisit anggaran dan utang pihak ketiga hingga ratusan miliar akibat gagal bayar.
Robinsar-Fajar di tahun awal bersama melakukan pembenahan pendapatan dan belanja daerah, termasuk juga mengangarkan penyelesaian gagal bayar sekitar Rp130 miliar.
BACA JUGA: Raport Hijau Arema FC Bikin Singo Edan Percaya Diri Taklukkan Sape Kerab di Madura
Robinsar menjelaskan, pada saat tahun awal dirinya menjabat banyak dinamika dan berkutat pada defisit anggaran.
“Bahkan defisit itu menjadi PR (pekerjaan rumah) dari BPK. Lalu dilakukan rasionalisasi dari segi pendapatan dan belanja. Kami ingin semua rasional dan masuk akal. Jangan sampai bisa defisit kembali,” katanya, Kamis 19 Februari 2026.
Tidak hanya soal anggaran saja, paparnya, pihaknya juga berhasil surplus hingga Rp80 miliar karena formulasi efektivitas belanja, efisiensi dan rasionalisasi terhadap APBD.
BACA JUGA: Tak Surutkan Niat Belanja Warga, Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu per Kilogram Awal Ramadan
“Alhamdulillah kita surplus Rp80 miliar karena di pendapatan juga di potong 110 miliar. Itu karena tidak ada dasarnya dan belanjanya juga dilakukan pemangkasan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan, hal yang dilakukan pada satu tahun kepemimpinan yakni dengan menguatkan dampak kebijakan. Artinya tidak hanya secara kuantiti tapi bagaimana bisa terasa dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Menguatkan dampak kebijakan bukan hanya kuantiti kebijakan. Tapi bagaimana kebijakan bisa terasa. Kan yang menilainya adalah masyatakat,” tuturnya.
“Banyak orang bisa bikin kebijakan kalau dampaknya tidak maksimal itu buang uang dan buang waktu. Kita akan menguatkan dampak kebijakan yang sudah dibuat,” jelasnya. ***



















