BANTENRAYA.COM – Gelombang tinggi 1,5 meter hingga 2,5 meter yang terjadi di perairan Selat Sunda membuat PT ASDP Indonesia Ferry menghentikan sementara layanan bongkar muat di Pelabuhan Merak.
Bahkan, terprediksi cuaca buruk dengan gelombang tinggi tersebut akan terjadi hingga seharian atau malam nanti.
Saat ini, pihak ASDP PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) masih terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BMKG, Kepolisian, dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Baca Juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Landa Cilegon, 6 Pohon Tumbang dan 1 Rumah Roboh
Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional kapal tetap berjalan sesuai standar keselamatan.
Berdasarkan laporan BMKG, Selasa (3/12), cuaca di sekitar lintasan Merak-Bakauheni berada dalam pengawasan status siaga.
Angin berkecepatan 17-23 knots bertiup dari barat daya, sementara ketinggian gelombang laut tercatat antara 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga malam hari.
Baca Juga: Menjemput Harapan, 952 Honorer Pemprov Banten Ikuti Tes Seleksi PPPK di Graha Pena Ballroom
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menjelaskan, saat ini di lintasan Merak-Bakauheni terjadi kondisi cuaca ekstrem, yang berdampak terhambatnya pelayanan terhadap pengguna jasa dikarenakan proses bongkar muat kapal membutuhkan waktu yang lebih lama.
“Karenanya kami mohon pengertian seluruh pengguna jasa, dan agar tetap mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya, Selasa 3 November 2024.
Shelvy mengungkapkan, ASDP mengimbau pengguna jasa merencanakan perjalanan dengan baik, serta memantau informasi terkini cuaca dan kondisi pelabuhan.
Baca Juga: Optimalisasi Pajak Air Permukaan, Pengamat Ekonomi Sarankan Pemprov Banten Gunakan Drone
“Informasi dapat diperoleh melalui kanal resmi ASDP dan layanan pelanggan. Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua stakeholder untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal, meski di tengah tantangan cuaca ekstrem,” tegasnya.***



















