BANTEN RAYA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon telah menangani 13 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tumbang atau sakit saat masa Pilkada 27 November 2024 lalu.
Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan pada Dinkes Kota Cilegon Febri Naldo mengatakan, ada 13 KPPS yang sakit dan 1 linmas yang terluka karena penugasan Pilkada kemarin.
“Saat Pilkada 27 November 2024 lalu, kami ada laporan total pasien ada 13 KPPS dan 1 Linmas yang kita rujuk ke rumah sakit. Alhamdulillah itu sudah tertangani sesuai dengan produser,” kata Febri kepada Banten Raya saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Jumat (29/11).
Petugas yang terluka pada penugasan Pilkada serentak 27 November 2024 lalu didominasi dari dua kecamatan.
“Yang kita tangani ini ada dari Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Pulomerak,” ucapnya.
Baca Juga: Hey Fitness Buka Cabang Pusat Kebugaran Terbesar di Kota Serang
Penyebab petugas mengalami sakit, kata dia, berbagai macam didominasi seperti yang memang memiliki riwayat hipertensi dan sakit maag karen terlambat makan.
“Sakitnya itu seperti batuk, pilek, maag dan hipertensi karena kelelahan dan punya riwayat penyakit hipertensi dan penyakit maag,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Dinkes Cilegon telah melakukan siap siaga yang tepat saat masa Pilkada serentak 27 November 2024 lalu dengan membuka pelayanan fasilitas kesehatan selama 24 pada masing-masing Puskesmas di delapan kecamatan.
Selain itu, Dinkes juga telah melakukan mobile ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di seluruh delapan kecamatan.
Baca Juga: Pleno Rekapitulasi Pilkada 2024 Tingkat PPK di Pandeglang Hingga 9 Desember
“Dinkes pada hari Pilkada 27 November itu kita membuka pelayanan kesehatan 24 jam di setiap puskesmas. Masing-masing puskesmas bertanggung jawab pada TPS di wilayah masing-masing. Dan kami juga ada mobile yang keliling ke setiap TPS,” ungkapnya. (***)



















