BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) soal kesehatan.
PR soal kesehatan itu di antaranya masih banyak kasus stunting, gizi buruk, dan TBC.
Melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional atau HKN ke-60, Pemkot Serang berharap bisa menekan PR kasus itu, sehingga derajat dan kualitas kesehatan masyarakat Kota Serang meningkat.
Baca Juga: Nonton Family By Choice Episode 11 dan 12 Sub Indo Full Movie: Kencan Park Dal Gagal Gegara Hae Jun?
Peringatan HKN ke-60 tingkat Kota Serang dipusatkan di Puspemkot Serang, Selasa 12 November 2024.
Penjabat Walikota Serang Nanang Saefudin mengakui Pemkot Serang masih banyak PR yang harus dikerjakan. PR itu mulai dari balita stunting, gizi buruk, namun tidak semua dibebankan kepada Dinkes Kota Serang.
“Karena Dinkes itu diakhir dia mengobati. Tapi mencegah itu lebih baik dibanding mengobati. Ini masalah-masalah PR yang harus kita hadapi,” ujar Nanang, kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Klaim Jasa Raharja di Banten Turun 4,76 Persen, per Oktober capai Rp74 Miliar
Ia menjelaskan, untuk penerima bantuan iuran sudah disiapkan. Bagi warga Kota Serang yang tidak mampu cukup bawa KTP dan dilayani gratis.
“Jadi clear and clean ya. Artinya pemerintah daerah sangat peduli terhadap kesehatan warga Kota Serang,” jelas dia.
Nanang mengatakan, rencana ke depan Dinkes akan fokus penanganan stunting, gizi buruk, dan termasuk juga penyakit TBC.
Baca Juga: Terungkap! Sopir Truk Kecelakaan Maut di Tol Cipularang KM 92 Ternyata Orang Petir, Serang
“Itu menjadi langkah yang harus kita lakukan secara cepat, dan tentu harus dilakukan secara tepat juga,” pungkasnya. ***
















