BANTENRAYA.COM – Sejumlah calon kepala daerah atau calon walikota dan wakil walikota Cilegon saling memasang strategi untuk bisa menyiasati meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon.
Salah satu caranya adalah bagaimana mengoptimalkan dan memastikan wajib pajak membayar kewajibannya tepat waktu.
Dalam kesempatan debat, semua ketiga paslon hampir sama dengan strategi menekan para wajib pajak membayarkan pajaknya secara tertib. Bahkan, meningkatkan pajak para wajib pajak.
Calon Walikota Cilegon Nomor Urut 2 Robinsar menyatakan, jika tidak ada PAD maka program tidak akan jalan. Untuk itu, agar PAD cukup dan tidak defisit, maka ada evaluasi. Dirinya meyakini masih banyak wajib pajak yang belum tersentuh.
“Kami akan optimalisasi pendapatan asli daerah, kita tidak perlu bicara BUMD, saya yakin banyak wajib pajak yang belum tersentuh, kami pastikan jika warga Kota Cilegon bisa taat membayar pajak,” jelasnya.
Baca Juga: Debat Pamungkas, Paslon Kota Cilegon Janji Selesaikan Pengguran
Disisi lain, papar Robinsar, pihaknya akan menempatkan orang pada tempatnya atau yang ahli dalam pendapatan, serta memastikan perbaikan target dan memprioritaskan hak, sehingga bisa dibayarkan.
“Tanpa adanya PAD cukup jika tidak ada duitnya tidak turun, apalagi sekarang defisit, menempatkan orang pada tempatnya, tentunya tadi perlu ada perbaikan target tertentu, prioritaskan terhadap haknya, jangan sampai tunjangan tidak keluar,” ujarnya.
Sementara itu, Calon Walikota Cilegon Nomor Urut 02 Helldy Agustian menyatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon sejak 2016 hingga 2020 ada di kisaran Rp630 miliar. Namun sejak ia menjabat, PAD Kota Cilegon berhasil merangkak naik hingga mencapai Rp710 miliar. Untuk terus mendongkrak pendapatan, kata dia, ada beberapa poin yang sudah dilakukan.
“Kami punya BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), seperti PT PCM (Pelabuhan Cilegon Mandiri), saat ini keuntungannya sudah lebih dari Rp30 miliar dari biasanya Rp15 miliar,” kata Helldy, saat debat kedua di Studio Metro TV, Jakarta, Minggu, 11 November 2024.
Selain itu, melalui Perumda PDAM Cilegon Mandiri, pihaknya berhasil memproduksi air minum dalam kemasan bernama Ci-Legon yang digunakan untuk instansi-instansi pemerintah. “Setelah kami hitung, ada selisih sebesar Rp16.000 per kemasan sehingga kami melakukan penghematan buat air minum saja bisa sampai Rp3 miliar,” katanya.
Baca Juga: Hasbi-Amir Unggul di Survei Indikator Politik, Tembus 63,3 Persen
Untuk mendongkrak pendapatan berikutnya, Helldy pun menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) khususnya di kawasan industri. “PBB di industri selama ini kecil. Ada yang di bawah Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Maka kita naikkan standarisasi menjadi Rp2,1 juta,” terangnya.
Helldy pun yakin mulai tahun depan PAD Kota Cilegon akan meningkat, terlebih adanya peningkatan bagi hasil pajak kendaraan bermotor dengan Pemerintah Provinsi Banten yang semula 30 persen buat kabupaten/kota menjadi 70 persen.
Sementara itu, Calon Walikota Cilegon Nomor Urut 03 Isro Miraj menyatakan, yakni menempatkan orang pada tempatnya, terutama di Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah.
“Menurut saya pak Helldy mohon maaf, harus menempatkan seseorang pada SDM-nya,jadi menurut Nabi Ketika menempatkan seseorang tidak ada akhirnya ka tunggulah kehancurannya. SDM harus ditempatkan pada posisinya,” jelasnya.
Selanjutnya, papar Isro, pemerintah harus secara rutin memanggil para wajib pajak, sehingga pada akhirnya anggaran tidak defisit seperti sekarang.
“Kemudian per 3 bulan harusnya sudah melakukan pemanggilan pada wajib pajak, sehingga tidak defisit seperti hari ini,” pungkasnya. (***)

















