Minggu, 22 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 22 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Biarkan Santri Berkembang Sesuai Kemampuan Masing-masing

Harir Baldan Oleh: Harir Baldan
5 November 2024 | 09:36
Biarkan Santri Berkembang Sesuai Kemampuan Masing-masing

Capiton Foto Seorang santri Riyadhul Awamil di Lingkungan Mayabon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, tengah membaca kitab di dalam kobong (pondok), Minggu 27 Oktober 2024. (Doni Kurniawan/Bantenraya.com)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Sistem pendidikan di pondok pesantren salafi di Provinsi Banten secara umum menerapkan sistem yang membiarkan para siswa atau santri berkembang sesuai dengan kemampuan mereka.

Santri tidak diberikan target harus naik kelas, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tanpa tekanan.

Puluhan santri Pondok Pesantren Riyadhul Awamil di Kota Serang melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW di salah satu sudut pesantren, Sabtu 26 Oktober 2024 malam. Aktivitas ini, yang sering dikenal dengan dalail, rutin dilakukan santri pondok pesantren salafi ini setiap Jumat malam. Tidak ada klasifikasi kelas di pondok pesantren ini, semua santri berbaur dan belajar bersama-sama, kecil maupun besar.

Ustadz Anwarudin, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Awamil, mengatakan, sistem belajar di pesantrennya sama seperti pondok pesantren salafiyah pada umumnya yang ada di Provinsi Banten.

Semua santri belajar kitab yang sama pada waktu dan tempat yang sama. Tidak ada sistem kelas dalam pesantren salafi sehingga tidak ada istilah naik kelas atau tidak naik kelas.

“Pokoknya semua rata,” ujar Anwarudin.

Baca Juga: Di Cibaliung Ada Situs Nyi Jompong, Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Pandeglang

Karena itu, ketika ada santri baru yang baru masuk, tidak ada pelajaran khusus yang diberikan. Santri baru harus mengikuti kegiatan belajar yang sedang berjalan bersama dengan santri senior sambil menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di pesantren.

Agar bisa sedikit mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan yang lain, santri baru hanya diminta untuk menghafal barjanji dan doa ziarah kubur.

BACAJUGA:

Capiton Foto Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bagi-bagi takjil kepada warga di halaman Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Sabtu 21 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Agus Harimurti Yudhoyono Borong Takjil, Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang

21 Februari 2026 | 18:47
Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.

Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

21 Februari 2026 | 18:42
Ilustrasi : Sekda Banten Deden Apriandhi saat bersalaman dengan para ASN di lingkungan Pemprov Banten. (dok. Raffi/Banten Raya)

Ultimatum Sekda Banten untuk ASN, Jangan Coba-coba Alasan Kinerja Turun Karena Puasa Ramadan

21 Februari 2026 | 09:00
Gerbang Tol Cileles yang menjadi bagian dari Ruas Tol Serang-Panimbang Seksi 2 yang akan difungsionalkan selama arus mudik. (Dokumentasi PT Wika Serang Panimbang)

Gratis Selama Musim Mudik! Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkas-Cileles Sudah Bisa Dilalui

21 Februari 2026 | 08:00

Di pesantren yang dipimpinnya pun tidak ada PR seperti di sekolah. Jika ingin menguji kemampuan santrinya apakah ingat dengan pelajaran sebelumnya, Anwarudin hanya akan menanyai para santri akan pelajaran sebelumnya di pelajaran saat ini. Itupun tidak sering, hanya seminggu dua kali.

Selain tak ada kelas, tidak ada pula ujian di pertengahan tahun atau di akhir tahun. Semua santri diminta dengan sendirinya untuk mengukur kemampuan masing-masing terhadap setiap pelajaran yang disampaikan guru. Itupun bukan peraturan yang tertulis namun sudah dimengerti oleh semua santri.

Lalu bagaimana menilai seorang santri sudah berhasil dalam belajar? Anwarudin mengungkapkan, penilaian pada kemampuan santri dilakukan dengan menguji langsung santri.

Misalnya, meminta santri membaca kitab kuning yang dikenal dengan kitab gundul atau kitab yang tulisan bahasa Arabnya tanpa harakat. Bagi santri yang belum paham ilmu alat yang dikenal dengan ilmu nahwu dan shorof, maka seorang santri pasti akan melakukan kesalahan saat membaca tulisan Arab gundul itu.

Baca Juga: Pandeglang Rawan Diterjang Bencana Alam Selama Pilkada 2024, Berikut Data Kerawanan Bencana

“Kalau umpamanya dia udah nggak salah baca kitab, minimal harokat jabar jernya (fathah kasroh-red) oh berarti dia sudah ngerti,” jelas dia.

Selain tidak ada sistem kelas, tidak ada ujian dan tidak ada PR, untuk waktu belajar di pondok pesantren di Riyadhul Awamil juga lebih lama dibandingkan dengan waktu belajar di sekolah umum. Bila sekolah umum menghabiskan waktu belajar kurang lebih selama 6 jam, di pesantren salafi jauh lebih dari itu. Hanya saja waktunya tidak terus-menerus karena diselingi dengan aktivitas seperti istirahat, memasak, makan, bahkan tidur.

Para santri biasa memulai aktivitas sejak mulai subuh diawali dengan nadzom-an. Setelah itu dilanjutkan dengan mengaji al Quran hingga pukul 08.30 disusul dengan ngaji sorogan atau ngaji bersama hingga pukul 10.00.

“Kalau sudah jam 10 itu urusan santri. Ada yang masak, ada yang ngaji, ada yang dhuha, ada yang tidur lagi. Nanti abis Dzuhur ngaji lagi namanya sorogan sampai selesai kira-kira jam 2. Kalau habis Ashar itu nggak ada pengajian itu buat anak santri istirahat, yang masak dan punya piket nyapu ngepel,” ucap dia.

Kegiatan malam hari dimulai setelah salat magrib dengan membaca al Qur’an hingga menjelang sholat Isya. Setelah salat isya dilanjutkan membaca kitab dalail khoirot hingga pukul 21.00.

Tidak ada biaya belajar di Pondok Pesantren Riyadhul Awamil. Belajar di sini gratis tanpa biaya. Anwarudin hanya meminta satu santri membayar Rp10 ribu per bulan untuk membayar biaya listrik ke PLN. Iuran Rp10 ribu per bulan ini dinilai pantas karena para santri menggunakan lampu listrik untuk belajar.

Baca Juga: Dewan Pengurus Korpri Kota Serang Janjikan Bonus Umroh, Jika Meraih Juara 1

“Karena sekarang ngajinya udah pakai lampu. Bukan pakai damar (lampu lentera-red) . Kalau pakai damar nggak bayar listrik lagi. Dia yang bawa minyak tanah,” ungkap dia.

Selain tidak ada biaya belajar, di pesantren ini juga tidak ada biaya makan atau keperluan santri lain. Karena para santri di pesantren salafi terbiasa memasak dan mencuci baju sendiri secara mandiri.

Pesantren juga tidak pernah membebankan kepada para santri membayar biaya bangunan. Pengasuh pondok pesantren hanya mengandalkan uang sendiri untuk membangun asrama (kobong) dan bangunan untuk tempat belajar para santri.

“Paling kalau umpamanya anak santri kasih tahu sama orangtua, kadang-kadang ada yang kasih. Tapi kalau minta uang bangunan saya nggak,” ungkapnya.

Anwarudin mengaku mengajari para santri dengan keikhlasan. Dia hanya berharap akan ada balasan dari Allah SWT karena dia tidak ikhlas mengajarkan ilmunya kepada para santri.

Adapun pelajaran yang diajarkan kepada para santri di Pondok Pesantren Riyadhul Awamil lebih banyak merupakan pelajaran agama Islam. Pelajaran-pelajaran itu meliputi baca alQur’an, hafalan al Qur’an, menulis Arab, nahwu, sharaf, dan tajwid. Adapun kitab-kitab yang dipelajari seperti fathul qorib, amil, jurumiyah, dan dalail khoirot.

“Yang saya perkuat itu baca Qur’an. Harus bagus tajwidnya. Lalu hafalannya. Terus tulisan Arab harus bagus. Itu yang saya kuatin,” ucap dia. ***

Tags: Bantensalafisantri
Previous Post

Di Cibaliung Ada Situs Nyi Jompong, Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Pandeglang

Next Post

Atasi Melambatnya Ekspansi Bisnis UMKM Pada Triwulan III 2024, BRI Dorong Penguatan Daya Beli

Related Posts

Capiton Foto Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bagi-bagi takjil kepada warga di halaman Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Sabtu 21 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Daerah

Agus Harimurti Yudhoyono Borong Takjil, Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang

21 Februari 2026 | 18:47
Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.
Daerah

Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

21 Februari 2026 | 18:42
Ilustrasi : Sekda Banten Deden Apriandhi saat bersalaman dengan para ASN di lingkungan Pemprov Banten. (dok. Raffi/Banten Raya)
Daerah

Ultimatum Sekda Banten untuk ASN, Jangan Coba-coba Alasan Kinerja Turun Karena Puasa Ramadan

21 Februari 2026 | 09:00
Gerbang Tol Cileles yang menjadi bagian dari Ruas Tol Serang-Panimbang Seksi 2 yang akan difungsionalkan selama arus mudik. (Dokumentasi PT Wika Serang Panimbang)
Daerah

Gratis Selama Musim Mudik! Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkas-Cileles Sudah Bisa Dilalui

21 Februari 2026 | 08:00
Para pegawai Perumdam Tirta Madani Kota Serang tunjukkan dokumen pakta integritas didampingi Direktur Arif Setiawan (kiri) dan Sekretaris Dewan Pengawas Haris Firmandoko di halaman kantor Perumdam Tirta Madani Kota Serang, Jumat 20 Februari 2026. (Dokumentasi Perumdam Tirta Madani Kota Serang untuk Bantenraya.com)
Daerah

Komitmen Terapkan Good Corporate, Pegawai Perumdam Tirta Madani Kota Serang Teken Pakta Integritas

21 Februari 2026 | 04:00
Walikota Serang Budi Rustandi didampingi Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia memberikan penghargaan kepada OPD yang telah mendukung 13 program Budi-Agis di 1 tahun kinerjanya pada peresmian Kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Jumat 20 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)
Daerah

Budi dan Agis Pamerkan Capaian Pembangunan Kota Serang Selama 1 Tahun

21 Februari 2026 | 03:00
Load More

Popular

  • Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.

    Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dewan Cilegon Minta Pemerintah Kaji Ulang Penurunan NJOP Industri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi dan Agis Pamerkan Capaian Pembangunan Kota Serang Selama 1 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jamu Borneo, Dewa United Incar Revans di Banten Internasional Stadium 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Negeri Banjarsari 5 Kota Serang Berjaya di OSN, O2SN dan FLS3N 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Spesifikasi Samsung Galaxy A57, Bakal Hadir Setelah Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Cilegon Beri Bocoran 4 Titik Operasi Lalu Lintas, Ramadan Jangan Coba-coba Langgar Aturan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komitmen Terapkan Good Corporate, Pegawai Perumdam Tirta Madani Kota Serang Teken Pakta Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Koperasi Merah Putih, Pemkot Serang Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‎Pemkot Serang Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Tekankan Puasa Tidak Menganggu Rutinitas Pekerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Capiton Foto Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bagi-bagi takjil kepada warga di halaman Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Sabtu 21 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Agus Harimurti Yudhoyono Borong Takjil, Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang

21 Februari 2026 | 18:47
Wakil Kadin Cilegon Mulyadi Sanuso tidak ada dasar dan landasan Kadin Cilegon dikarateker.

Kadin Cilegon Sebut Karateker Menurut Versi Agus Wisas Tak Berdasar, Organisasi Berjalan Normal Dibawah PJ Ketua

21 Februari 2026 | 18:42
Tips olahraga

Waktu Olahraga Terbaik saat Puasa Ramadan Menurut Dokter Tirta, Ternyata Bukan Hanya Malam Hari

21 Februari 2026 | 16:48
Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026 di Gerbang Tol Cikampek Utama. (Gillang/Bantenraya.com)

Jadwal One Way dan Contraflow Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa

21 Februari 2026 | 15:30

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda