BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan, jumlah perjalanan Wisata Nusantara (Wisnus) dari luar menuju Provinsi Banten lebih rendah dibandingkan dari Banten menuju provinsi lain.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, Wisnus dengan tujuan Banten pada bulan September 2024 mencapai 3,98 juta perjalanan, atau mengalami peningkatan 2,33 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
“Sedangkan wisawan asal Banten yang melakukan perjalanan ke provinsi lain mencapai 5,56 juta perjalanan, meningkatkan 17,87 persen pada periode yang sama,” kata Faizal dalam siaran resmi BPS Banten, Senin, 4 November 2024.
Baca Juga: Keluarga Besar Pesisir Selatan Sumbar Diminta Coblos Helldy Saat Pilkada, Begini Alasannya
Faizal menjelaskan lebih rinci, kabupaten dan kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari Banten maupun luar provinsi ialah Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.
“Kunjungan ke Kabupaten Tangerang mencapai 31,47 persen, sedangkan wilayah Cilegon hanya dikunjungi sebesar 2,68 persen saja,” jelas Faizal.
Penurunan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang juga tercatat mengalami penurunan dari 56,09 poin pada Agustus 2024 menjadi 53,13 poin di bulan September.
Baca Juga: Tenggelam di Laut, Polisi di Sikka Bantu Evakuasi Anak Kecil hingga Jantungnya Berdenyut Kembali
Plt Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten Rohaendi menyebut, daya tarik wisata lokal di Banten tidak lebih menarik dibanding dengan wilayah lain dilihat dari sisi infrastruktur maupun pelengkap untuk menunjang aktivitas wisatawan.
“Atau promosi yang kurang gecar sehingga masyarakat Banten sendiri tidak tahu bahwa destinasi wisata di Kita juga menarik, dan ada euforia kalau piknik itu pengen keluar kota artinya bukan daerahnya sendiri,” paparnya.
Rohaendi menilai kawasan Tangerang Raya menjadi destinasi wisata yang paling tinggi sebab masyarakat cenderung berwisata belanja ketimbang wisata alam.
“Secara geografis berdekatan langsung dengan Jakarta, bahkan orang menyebut, datang ke tangsel itu bukan ke Banten melainkan Jakarta,” ucap Rohaendi.
Guna mengoptimalkan wisata di kawasan selatan yang memiliki destinasi alam yang indah perlu ada promosi yang lebih gencar, serta para pelaku wisata lebih kreatif untuk menghadirkan atraksi bagi pengunjung.
“Di Selatan memang lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan luar, pelayanan harus ditingkatkan, kreatifitas pelaku usaha juga harus bertambah dan dikreasikan, tidak hanya patainya saja, supaya mereka bisa bisa longstay,” kata Rohaendi. ***
















