BANTENRAYA.COM – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) Kota Cilegon merencanakan akan melaunching aplikasi market place terbaru untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Cilegon.
Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon Didin S Maulana mengatakan, dalam waktu dekat ini akan melauching maket place untuk para pelaku UMKM dan memudahkan warga Kota Cilegon.
“Nanti market place digital dari Pemkot Cilegon yang akan di launching pada Desember 2024, ini berkolaborasi dengan Disperindag Kota Cilegon. Untuk
nama aplikasi market placenya nanti ya saat launching,” kata Didin kepada Banten Raya, Senin 7 Oktober 2024.
Didin menyampaikan, market place terbaru itu tidak hanya untuk UMKM binaan Dinkop-UKM saja, tapi berkolaborasi dengan UMKM yang ada pada Disperindag.
“Ini nanti ada dari UMKM binaan Disperindag Kota Cilegon. Nanti market place itu juga termasuk ada informasi terkait rumah makan, cafe, lengkap semuanya. Terkait detail aplikasinya nanti saat launching ya,” sambungnya.
UMKM yang ada pada Dinkop-UKM Kota Cilegon, kata dia, beberapa sudah melakukan penjualan secara digital melalui market place yang sudah tersedia. Namun untuk market place ini dari pihak Pemkot Cilegon.
Baca Juga: Djawa Steak Hadirkan Sensasi Makan Daging Impor Dipadukan Menu Khas Nusantara
“UMKM yang dibina Dinkop UKM ada beberapa yang sudah melakukan penjualan secara digital pada market place seperti shopee, tiktok, dan lain-lain. UMKM kami sudah dilatih cara membuat konten untuk memasarkan produksi UMKMnya,” ucapnya.
Mengikuti jaman yang sudah canggih dan modern saat ini, Ia menjelaskan pihaknya juga menerapkan sistem pembayaran digital yakni menggunakan Qris kepada para pelaku UMKM.
“Penjualan dari UMKM dibawah binaan Dinkop-UKM sudah pakai Qris termasuk pada program Jumat Jajan juga wajib pakai Qris untuk memudahkan pembeli dalam perkembangan jaman yang semakin digital saat ini,” jelasnya.
Baca Juga: BURUAN SERBU! Job Fair 2024 Provinsi Banten Dibuka Besok, Sediakan 4.000 Lowongan Kerja
Menurutnya, terdapat 200 orang UMKM yang sudah pakai Qris dari total 12.214 UMKM dengan syarat-syaratnya sudah lengkap seperti surat halal, NIB, dan lain-lain.
Selain itu, menurutnya UMKM Kota Cilegon sudah mengalami peningkatan dari sebelumnya dengan adanya pinjaman modal yang disediakan oleh Pemkot Cilegon.
“Dari adanya pinjaman modal dari Pemkot dapat membantu UMKM, ada 2000 UMKM yang sudah melakukan pinjaman modal, rata-rata peminjamannya untuk usaha yang warung kecil. Yang kelihatan mengalami peningkatan setelah adanya peminjaman modal itu seperti rumah produksipengolahan gitu seperti gipang, bakso, dan lain-lain,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Banten Lesu, Pejabat Pemprov Minta Masyarakat Jangan Jalan-jalan Keluar Negeri
Didin menyebutkan, jumlah paling besar pinjaman rata-rata mencapai 5 juta. Pada 2024 ini terdapat UMKM yang sudah melakukan pinjaman sebanyak 800 UMKM, itu dari dana bergulir dan dari BPRSCM Kota Cilegon.***


















