BANTENRAYA.COM – Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD Kelas II Banten bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Provinsi Banten dan Jasa Raharja menggelar ramp check atau uji kelaikan bus pada Sabtu-Minggu, 21-22 September 2024.
Ramp check bus pariwisata dilakukan di beberapa obyek wisata di sekitar Pantai Anyer.
Di mana, di Pantai Anyer banyak bus pariwisata dari berbagai daerah yang datang membawa rombongan wisatawan.
Dua Pantai yang menjadi sasaran ramp check bus yakni Pantai Florida dan Pantai Sambolo.
Baca Juga: Kemarau, Petani di Kabupaten Lebak Kesulitan Airi Sawah
Kepala BPTD Banten Eko Indrayanto mengatakan, pada ramp check tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dari sisi teknis dan administrasi.
“Untuk teknis diantaranya sistem pengereman, lampu, roda, kemudi, dan sistem penerus daya dan sedangkan sisi administrasi soal surat-surat kendaraan,” kata Eko kepada awak media pada Minggu, 22 September 2024.
Kata Eko, selama ramp check dilakukan kepada sejumlah bus di destinasi wisata tersebut, ditemukan ada beberapa kendaraan yang dianggap tidak memenuhi syarat untuk beroperasi atau tak laik jalan.
“Dalam kegiatan Rampcheck Bus Pariwisata di Pantai Sambolo pada hari Sabtu, 21 September 2024, berhasil menjaring dua bus dengan keterangan satu kendaraan dinyatakan laik jalan dan satu kendaraan tak laik jalan, karena lampu mundur pada kendaraan mati, maka dikenakan sanksi teguran atau perbaikan,” kata Eko.
Baca Juga: Vior kena Tegur Nikita Mirzani karena Menganggap Penjemputan Paksa Lolly adalah Lelucon
Menurut Eko, sedangkan ramp check pada Minggu, 22 September 2024 di Pantai Florida 2 Anyer, berhasil menjaring 12 kendaraan bus.
“12 bus dengan keterangan sembilan kendaraan dinyatakan laik jalan dan tiga kendaraan tak laik jalan, dengan keterangan kendaraan dokumen KPS (Kartu Pengawasan) mati, sudah tidak berlaku maka dikenakan sanksi tilang,” paparnya.
Eko menambahkan, kegiatan ramp check ini digelar untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat pada saat libur akhir pekan.
Hal itu dilakukan untuk mencegah kecelakaan seperti yang terjadinya kecelakaan di jalan.
Baca Juga: Tradisi Saweran dan Panjang Mulud Berjalan Meriah di Cirubuh Kota Cilegon
“Pengecekan ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan dan memastikan keselamatan wisatawan yang datang ke daerah wisata, dengan kolaborasi dan kesadaran dari semua pihak, diharapkan transportasi pariwisata di Banten dapat terus berkembang secara aman dan nyaman bagi semua pengguna,” tutup Eko.***
















