BANTENRAYA.COM – Serapan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di Provinsi Banten hingga 11 September 2024 masih menunjukan angka dibawah 50 persen.
Hal itu sebagaimana data yang Banten Raya terima dari PT Pupuk Indonesia Departemen Jabar dan Banten.
Dalam data tersebut dinyatakan bahwa, penyaluran pupuk jenis Urea bersubsidi dari gudang lini 3 ke distributor periode Januari sampai dengan 11 September 2024, baru menunjukan angka 43,68 persen.
Sementara, untuk pupuk jenis NPK bersubsidi pada periode yang sama diketahui serapannya baru mencapai sebesar 36,53 persen.
Baca Juga: Pemprov Banten Terus Perjuangkan Nasib Honorer, Ini yang Dilakukan BKD
Adapun rincian per kabupaten kota, untuk serapan pupuk jenis Urea, Kabupaten Lebak 34,58 persen, Kabupaten Pandeglang 41,84 persen, Kabupaten Serang 50,26 persen, Kabupaten Tangerang 52,74 persen, Kota Cilegon 37,09 persen, dan Kota Serang 58,64 persen.
Sedangkan untuk pupuk jenis NPK yaitu, Kabupaten Lebak 34,61 persen, Kabupaten Pandeglang 31,72 persen, Kabupaten Serang 43,20 persen, Kabupaten Tangerang 39,88 persen, Kota Cilegon 30,47 persen dan Kota Serang 52,53 persen.
Dalam upaya untuk meningkatkan serapan pupuk di Provinsi Banten yang hingga memasuki triwulan III masih dibawah 50 persen, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan bahwa, pihaknya akan membuat gerakan percepatan tanam.
Sehingga, para petani diminta untuk segera membeli pupuk yang ada di kios untuk dapat menanam padi.
“Upaya yang sedang dan akan dilakukan melalui gerakan percepatan pengolahan tanah dan tanam dengan memampingkan kawasan yang akan dan sedang panen, untuk dilakukan percepatan pengolahan tanah dan gerakan tanam,” kata Agus kepada wartawan, Rabu, 18 September 2024.
Baca Juga: Berikan Edukasi Kepada Murid SD, Damkar Provinsi Banten Ajak Anak Tak Fobia Api
Agus menerangkan, di tahun 2024 ini Provinsi Banten mendapatkan alokasi pupuk tambahan dari pemerintah pusat.
Di mana, kata dia, untuk jenis pupuk urea, total untuk petani se-Banten tersedia sebanyak 88.520 ton dari sebelumnya hanya berkisar 50.000 ton dan pupuk jenis NPK sebanyak 76.113 ton.
“Kalau dihitung dari alokasi tahun sebelumnya, untuk pupuk jenis urea, mengalami kenaikan sebesar 90,15 persen. Dan pupuk jenis NPK mengalami kenaikan 62,76 persen,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan bahwa sebagai upaya untuk memaksimalkan penyerapan pupuk di Banten, pihaknya hanya akan memaksimalkan keberadaan kios pupuk yang saat ini sudah ada dan terdata di pihaknya.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Kebakaran TPSA Bagendung
Saat ditanya soal rencana Pemprov Banten melakukan penambahan kios dalam pemaksimalan penyerapan pupuk, Babar mengaku hanya akan memaksimalkan dan mengaktifkan kios-kios yang sebelumnya kurang aktif.
“Kita optimalkan kios yang ada, akhirnya. Kalau tidak salah kios yang realisasi itu baru mencapai 60-70 persen. Kan masih ada 30 persen kios yang kita reaktivasi. Belum tentu nambah (kios), yang penting kios yang ada diaktifkan,” ujarnya.
“Kenapa sebabnya (serapan rendah), apakah permodalan, sistem distribusi atau kejauhan ongkos angkutnya kita evaluasi. Belum (belum ada penambahan kios), nanti evaluasi yang ada dulu dioptimalkan,” tandasnya.***















