BANTENRAYA.COM – Pengusaha travel umrah masih menunggu kebijakan resmi soal adanya penundaan keberangkatan umrah.
Namun, saat ini karena belum adanya surat resmi dan aturan penundaan, maka keberangkatan umrah masih sesuai jadwal kendati di Timur Tengah sedang ada ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Pengelola Biro Perjalanan Umrah dan Haji Al Inayah Haromain Rahmatullah menjelaskan, pihaknya masih akan melakukan perjalanan umrah sesuai Jadwal yakni pada Rabu 4 Maret 2026.
BACA JUGA: SMKN 1 Anyar Didorong Jadi BLUD, Memang Apa Keunggulannya Dibanding jadi Sekolah Biasa?
Hal itu karena belum ada penundaan atau jadwal ulang dari maskapai yang sudah di sewa.
“Masalah umrah tersebut tidak hanya urusan Kementerian Haji dan Umrah saja. Sebab, ada pihak maskapai yang terlibat. Masalahnya ini tidak hanya ada dalam satu bidang saja,” ujarnya.
“Meski dari Kementerian Haji dan Umrah RI bilang penundaan, kebijakan travel tidak semudah itu, terutama paling utama kaitan dengan penerbangan,” katanya, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Rahmatullah, selama pihak penerbangan tidak melakukan penundaan atau jadwal ulang keberangkatan, maka umrah akan tetap dilaksanakan. Sebab, jika pihaknya membatalkan sepihak maka akan ada konsekuensi penuntutan dari jamaah.
BACA JUGA: PSM Makassar Vs Persita Tangerang, Juku Eja Bertekad Kembalikan Marwah Kemenangan di Kandang
“Selama pihak penerbangan tidak melakukan mereskedul, perjalanan akan tetap dilaksanakan. Sejuah ini karena kami langsung Garuda, rutenya akan langsung ke Jeddah Madiah,” ungkapnya.
“Selama ini tidak ada penudaan keberangakatan. Jika kita minta dibatalkan maka dianggap pembatasan sepihak,” ujarnya.
Kecuali, jelas Rahmatullah, jika memakai maskapai Qatar Airlines yang rutenya di Doha atau Emirate Airlines yang di Dubai kemungkinan penundaan.
“Sejauh ini untuk Garuda belum ada regulasi dan infomasi penundaan keberangkatan,” paparnya.
Rahmatullah menyatakan, ia berharap jika ada penundaan maka ada aturan dan surat resmi kepada maskapai. sehingga penundaan dilakukan langsung maskapai bukan pihak travel.
“Mungkin kalau masilakan kementerian haji koordinasi dengan maskapai bisa jadi itu akan di tunda dan resedjul. Jadi tidak ada yang keberatan. Kalau sepihak maka tidak bisa di refound maka itu akan dianggap sepihak,” tuturnya.
Tidak hanya kerangkatan saja yang belim ada penundaan, jelas Rahmatullah, untuk kepulangan juga belum ada penundaan untuk travel miliknya.
“Sekarang juga ada yang pulang itu masih onskedul sebanyak 45 orang. Nanti tanggal 4 juga berangkat sesuai skedul 40 orang,” pungkasnya. ***















