BANTENRAYA.COM – Kelompok 74 Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM Universitas Bina Bangsa atau Uniba melakukan kunjungan dan survei kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Aan Andarsih, pelaku UMKM Kerupuk Ikan Gogokan di Desa Kronjo menyampaikan, menjadi salah satu usaha andalan bagi masyarakat setempat, hal ini dikarenakan mata pencaharian utama warga Kronjo adalah nelayan.
“UMKM Kerupuk Ikan Gogokan ini terbuat dari kulit ikan Cucut, yang diolah menjadi kerupuk kulit Gogokan,” katanya.
Ia mengaku, Desa Kronjo menjadi salah satu contoh akan keberhasilan mengangkat ekonomi lokal melalui produk ragam kuliner.
Baca Juga: Kelompok 70 KKM Uniba Meriahkan HUT RI ke 79 di Desa Baros
UMKM ini memproduksi kerupuk ikan yang dikenal karena citra rasa yang khas dengan kualitas yang baik.
“Kerupuk kulit ini telah memperoleh tempat di hati konsumen lokal, dan mulai merambah pemasarannya di pasar luar desa,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari program pelatihan UMKM, lanjutnya, dan dengan modal sendiri, pelaku UMKM ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi.
“Selain memenuhi permintaan lokal, kami juga berencana untuk menembus pasar nasional dan internasional. Kami berharap produk kami bisa dikenal lebih luas dan meningkatkan perekonomian yang lebih besar bagi komunitas kami,” ungkapnya.
Baca Juga: Kelompok 35 KKM Uniba Sosialisasikan Dampak Negatif Narkotika
Masih kata Aan, hambatan dari UMKM ini adalah kurangnya bahan baku untuk memproduksi pembuatan krupuk kulit Gogokan, karna UMKM usaha industri rumahan ini belum mempunyai alat untuk proses pembuatan atau pengeringan kulit ikan Gogokan.
Tantangan bagi pelaku usaha UMKM Krupuk kulit ikan adalah proses produksi yang masih menggunakan cara tradisional yang mengandalkan sinar matahari untuk penjemuran bakan baku.
Oleh karena itu, proses pengeringan kulit ikan membutuhkan proses waktu pengeringan yang cukup lama.
Keberhasilan UMKM kerupuk Ikan Gogokan tidak hanya berdampak positif pada pendapatan keluarga pengusaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga desa setempat.
Baca Juga: Kepala Sekolah di Banten Diminta Kerja Sat-set dengan Adanya Dana BOS
Pemerintah desa turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM ini dengan menyediakan fasilitas pelatihan dan akses pemasaran serta penjualan ke pasar.
Dengan semangat kewirausahaan dan komitmen terhadaap kualitas, UMKM Krupuk iIkan Gogokan di Desa Kronjo terus berupaya membawa inovasi untuk kemajuan bagi ekonomi lokal, keberhasilan mereka adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat UMKM ini dapat tumbuh dan memberikan dampak yang positif bagi komunitas pelaku usaha industri rumahan di sektor kuliner.***















