BANTENRAYA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Serang menyebutkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) atau geothermal minim risiko bencana.
Namun banyak yang salah paham terkait dengan proyek di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang tersebut.
Kabid Perencanaan Pengendalian Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bappedalitbang Kabupaten Serang Agus Firdaus mengatakan, masyarakat banyak yang salah menilai tentang rencana pembuatan proyek geothermal di gunung Prakasak tersebut.
Baca Juga: Harus Sejalan dengan RPJPD, Visi Misi Calon Bupati Tidak Boleh Asal-Asalan
“Informasi yang kami tangkap dari temen-temen Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu seakan-akan masyarakat di Padarincang menggambarkan proyek tersebut kaya di PLTU Suralaya padahal tidak,” ujarnya saat ditemui di Le Dian Hotel Serang, Sabtu 3 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa warga yang menanyakan terkait potensi bencana ketika proyek geothermal yang akan dijadikan sebagai sumber listrik tersebut.
“Dari ESDM enggak ada yang berani menjamin, tapi secara sainstifik mereka bisa garansi 80 sampai 90 persen aman tidak terjadi bencana seperti kebocoran, dorongannya atau pun yang lainnya,” katanya.
Baca Juga: Total Keseluruhan Hibah Masjid dan Musala Capai Rp4 Miliar Lebih, Begini Kata Helldy Agustian
Agus mengungkapkan, energi yang dihasilkan dari proyek geothermal tersebut sangat besar. “Jadi menurut data, hasil pengeboran yang dangkal itu sangat minim dengan adanya resiko kebocoran, energi yang dihasilkanpun 330 mega watt dan potensi riilnya sekitar 700an mega watt,” jelasnya.
Namun hingga sampai saat ini, lanjut Agus, belum ada kepastian terkait kelanjutan pembangunan proyek yang ditolak warga tersebut.
“Saya tidak bisa memastikan, tapi informasi dari ESDM kalau mau tetap dilanjutkan paling cepat di tahun 2026 hingga 2027 dan itu pun harus di proses ulang,” ungkapnya.
Baca Juga: Klaim Perhatian Tenaga Kependidikan, Helldy Beberkan Kenaikan Dana TPP Penilik dan Pengawas
Terpisah, warga Kecamatan Padarincang Ikmaludin mengatakan, masyarakat berharap tidak ada lagi aktivitas apapun di lokasi proyek geothermal.
“Terkait upaya dari pihak perusahaan kami tidak mau tahu, terserah mereka, yang penting tidak berupaya melanjutkan atau melakukan aktivitas di lokasi,” katanya.***
















