BANTEN RAYA.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menepis kekhawatiran pengelolaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang dilakukan oleh Bank Banten.
Ia menegaskan, pengelolaan KKPD merupakan salah satu upaya dari penguatan keuangan Bank Banten. Al Muktabar mengklaim, kekhawatiran bilamana terjadinya gagal bayar telah diantisipasi dengan adanya kerjasama antar Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim.
“Itu dalam rangka memperkuat Bank Banten, di samping kita ada juga pengelolaan RKUD (rekening kas umum daerah) milik pemerintah daerah,” kata Al Muktabar, Rabu (17/7/2024).
“Saat ini dalam laporan pada RUPS (rapat umum pemegang saham) kemarin, Bank Banten sudah mulai meraih untung sebesar Rp 26 sampai 27 Milliar. Dan nanti setelah semua RKUD itu sudah dipindahkan ke Bank Banten, maka line money market kita itu bisa di atas Rp 20 Triliun,” sambungnya.
Al Muktabar menuturkan, pihaknya telah mengimbau agar para organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan layanan KKPD tersebut. Tentunya, kata dia, dengan mengikuti regulasi transaksi digital KKPD yang ada.
Baca Juga: Info Loker PT Alda Trans Papua atau Alda Air, Sebagai Admin Operasi, Buruan Daftar Sebelum di Tutup
“Dan itu kan sebagai proses dari digitalisasi (penggunaan KKPD, -red). Aturannya sudah menguak bahwa sudah harus seperti itu. Pada kebutuhan dinas itu saya pantau sudah berjalan, ini kan proses layanan Bank Banten. Maka sembari berjalan, berjalan ini kita tata sesuai dengan perkembangannya adalah regulasi aturan yang harus ditempuh,” katanya.
Al Muktabar juga menegaskan, terkait mitigasi resiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, ia menerangkan bahwa saat ini Bank Banten sudah menjalankan beberapa upaya mitigasi resiko.
“Terkait mitigasi resiko, kita sudah lakukan upaya kerja sama dengan Bank Jatim terkait dengan KUB-nya. Selain itu, internal Bank Banten juga selalu kita evaluasi untuk bekerja secara baik dan mematuhi aturan-aturan yang ada. Dan kita juga lakukan secara tegas untuk penegakan hukum bila mana ada internal Bank Banten yang melanggar (hukum,-red). Itu komitmen kita dalam rangka memperkuat Bank Banten dan membuat masyarakat percaya kepada Bank Banten,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti menyebut jika pengelolaan Kredit Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) akan meningkatkan profit dan keuntungan bagi Bank Banten.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini produk layanan KKPD merupakan produk kerja sama dengan Bank Mandiri. Namun, pihaknya mengklaim jika hal itu tidak akan membebani Bank Banten sebagai bank milik Pemda selaku penampung Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Rina mengatakan, ke depannya semua pengelolaan KKPD itu akan terpusat di Bank Banten.
“Terkait ini memang membutuhkan proses. Tapi itu tidak akan mengurangi atau membebani Bank Banten. Sekarang kan masih dalam proses pemindahan, apalagi kan belum semua Pemda menempatkan RKUD-nya di Bank Banten,” kata Rina.
Rina juga menjelaskan, dengan dikelolanya KKPD oleh Bank Banten, diharapkan bisa menerapkan layanan digital dalam penyalurannya. Sehingga, lanjutnya, semua bisa diterima dengan cepat sesuai dengan penerimanya.
“Untuk menciptakan itu, saat ini kita sedang lakukan koordinasi dengan Bank Mandiri. Toh bisnis lainnya di luar KKPD ini kan masih tetap berjalan. Artinya ini tidak mengganggu kinerja Bank Banten. Bank Banten akan baik-baik saja,” ucapnya.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami. Ia mengatakan bahwa, tidaklah benar jika ada yang mengatakan Bank Banten berpotensi kehilangan keuntungan dari adanya pengelolaan KKPD ini.
“Malahan Bank Banten didukung penuh oleh Pemprov Banten untuk mengelola dana kas daerah yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan dan berdampak positif pada semua pihak,” kata Busthami.
Baca Juga: Seorang Bocah di Lebak Diduga Hilang Diculik, Masyarakat Diminta Waspada
“Misal, bagi Pemprov Banten KKPD ini akan memberikan kemudahan transaksi secara digital cashless yang transparan dan akuntabel. Kemudian bagi Bank Banten sendiri tentu akan mendapatkan potensi bisnis yang siap didalami sehingga akan meningkatkan profit perusahaan. Jadi diyakini bahwa setiap sinergi positif yang berjalan pastinya akan memberikan manfaat bagi pihak yang melakukannya dan pihak lainnya,” pungkasnya. (***)
















