BANTENRAYA.COM – Proyek Jalan Lingkar Utara atau JLU Kota Cilegon sampai saat ini belum jelas nasibnya.
Sejak dibebaskan pada 2019, sebanyak 530 bidang tanah dari total 828 bidang tanah tidak ada tindaklanjut dari pemerintah.
Untuk anggaran sendiri sudah menelan puluhan miliar rupiah untuk pembebasan lahan sebesar Rp30 miliar dan pematangan sebesar Rp27 miliar dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah atau APBD Kota Cilegon.
Kondisi terbengkalainya jalan tembus dari Pintu Tol Merak menuju pintu tol Cilegon Timur tersebut sekarang juga tidak lagi menjadi perhatian pemerintah.
Baca Juga: Dua Gedung OPD di Puspemkab Serang Dibangun Tahun ini
Hanif salah satu warga mengatakan, pihaknya berharap jalan tersebut bisa dibangun pemerintah.
Sebab, keberadaanya akan sangat bermanfaat untuk warga.
“Ini jadi jalan alternatif bagi yang ingin ke Merak arah pelabuhan. Jadi kami berharap bisa dilanjutkan,” jelasnya, Rabu 26 Juni 2024.
Hanif menambahkan, karena menjadi alternatif dari Pintu Tol Cilegon Timur sebenarnya jalan itu akan menjadi pemecah kemacetan, terlebih saat musim mudik.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Kapolda Banten Diganti, Irjen Pol Abdul Karim Bakal Duduki Jabatan Strategis
“Kalau musim mudik ini akan memecah kemacetan di tol dan jalan di bawah menuju Pelabuhan Merak,” ucapnya.
Belum lagi, papar Hanif, pihaknya menyangkan jika pembebasan lahan sudah banyak menelan anggaran puluhan miliar.
Apalagi hanya tinggal sedikit lagi yang dibebaskan.
“Harus ada solusi, jika tidak bisa dari anggaran pemerintah, maka anggaran lainnya dari pusat atau industri bisa diupayakan,” paparnya.
Senada dengan Aris, jika JLU Kota Cilegon yang ada di Kecamatan Purwakarta sudah terbengkalai.
Bahkan, beberapa sudah dijadikan ladang pertanian warga.
“Sudah menjadi kebun yang ditanami kacang, cabai dan beberapa tanaman lainnya. Jadi memang karena sudah lama dan belum jelas ada pembangunan maka dipakai warga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Kota Cilegon Tb Dendi belum memberikan keterangan saat dimintai tanggapan terbengkalainya JLU dan tidak ada perencanaan pembangunan.***

















