BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten merupakan provinsi yang berada di paling Barat Pulau Jawa.
Banten sendiri salah satu provinsi yang masih seumur jagung. Sebelumnya, Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat hingga terpisah di tahun 2000.
Meski masih terbilang muda, Banten rupanya menyimpan sejumlah tempat-tempat yang eksotis.
Bahkan, jika kamu warga luar Banten dan ingin berwisata ke Provinsi Banten, dijamin kamu tak akan kesulitan mencari tempat yang layak untuk menghabiskan waktu berwisatamu.
Ada banyak pilihan tempat yang bisa dikunjungi. Mulai yang berkaitan dengan alam, sejarah, dan budaya.
Berikut ini Bantenraya.com rangkum tempat-tempat paling eksotis yang wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup yang ada di Provinsi Banten.
Baca Juga: Penjualan Meningkat, Harga Seragam Sekolah Tetap Tak Melonjak
1. Ujung Kulon
Tempat pertama yang wajib kamu kunjungi sekali seumur hidup ialah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
TNUK sendiri merupakan kawasan taman nasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Banten khususnya Kabupaten Pandeglang.
TNUK berada di ujung Barat Daya Kabupaten Pandeglang, tepatnya di semenanjung Ujung Kulon.
Ujung Kulon merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang diresmikan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.
Peresmian tersebut juga sekaligus meresmikan 4 taman nasional lainnya yakni TN Baluran, TN Komodo, TN Gede Pangrango, dan TN Gunung Leuser.
Hal menarik dari tempat ini ialah bahwa Ujung Kulon merupakan satu-satunya di dunia yang menjadi rumah terakhir bagi satwa endemik Badak Jawa Cula Satu.
Selain Badak Jawa, Ujung Kulon juga memiliki beragam jenis satwa liar lainnya seperti banteng, lutung, macan tutul, kucing batu, owa, kima raksasa, surili, dan anjing hutan.
Banyak jenis tumbuhan langka yang tumbuh di kawasan Ujung Kulon seperti Batryohora geniculata, Cleidion spiciflorum, Heritiera percoriacea, dan Knema globularia.
Ujung Kulon juga termasuk kawasan yang memiliki ekosistem yang lengkap dan kompleks seperti kawasan hutan yang luas, rawa, dataran rendah, pegunungan, laut yang indah, kepulauan, dan garis pantai yang panjang.
Hal tersebut membuat kawasan Ujung Kulon memiliki beragam destinasi wisata seperti Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Gunung Honje, Padang Cidaon, dan Cibunar
Karena kondisi geografis yang kompleks seperti disebutkan di atas, beberapa wilayah dan pulau yang termasuk kawasan TNUK menjadi surga bagi para pecinta penjelajahan.
2. Wisata Budaya Kampung Baduy
Bayangkan kamu berada di zaman sebelum ponsel ditemukan. Bukankah itu ide yang bagus? Kamu benar-benar bisa lepas sementara dari tuntutan sehari-hari.
Kali ini kita akan mengunjungi desa adat Baduy. Sebuah desa yang tak tersentuh gilanya zaman dan filtrasi budaya luar. Sebuah tempat yang masih perawan dari kehidupan glamor perkotaan.
Desa wisata Saba budaya Baduy atau kampung Baduy merupakan sebuah kawasan yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, tepatnya berada di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar dan ditinggali oleh suku asli setempat yakni suku Baduy.
Di tempat ini kita ditawari oleh kondisi alam yang asri, adat istiadat yang asli, dan jika kita masuk ke kawasan Baduy dalam, kita juga akan merasakan hidup layaknya di masa lampau.
Secara umum, desa Baduy sendiri terbagi menjadi dua, yakni Baduy dalam yang memiliki tiga kampung dan Baduy luar yang memiliki sekitar 68 kampung.
Disebutkan sebelumnya, bahwa kawasan Baduy, khususnya Baduy dalam, pelancong yang datang dilarang menggunakan sejumlah alat elektronik seperti HP dan lain-lain.
Selain itu, pendatang juga bahkan dilarang menggunakan produk-produk sehari-hari, apalagi jika produk tersebut mengandung bahan kimia dan bisa merusak alam.
3. Benteng Speelwijk
Jika kamu pecinta sejarah, sepertinya Benteng Speelwijk harus masuk ke dalam whislist tujuan wisata kamu.
Banten memang merupakan provinsi yang memiliki sejarah panjang, bahkan sejak era pra kemerdekaan.
Benteng Speelwijk sendiri salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah Banten di masa lampau.
Tempat ini merupakan salah satu tujuan wisata favorit masyarakat setempat dan berlokasi di Kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, kurang lebih 500 meter dari Masjid Agung Banten dan Keraton Surosowan.
Di sini kamu akan disuguhkan dengan bangunan berarsitektur ala zaman kolonial.
Baca Juga: Rhoma Irama Singgung Habib Bahar: Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW
Dalam perjalanannya, benteng speelwijk sendiri didirikan pada abad ke 17, lebih tepatnya pada tahun 1682. Kala itu, Banten masih dikuasai oleh Abu Nasr Abdul Qohhar atau Sultan Haji dan sempat mengalami peluasan di tahun 1685 dan 1731.
Penamaan ‘speelwijk’ sendiri diambil dari nama seorang Jenderal VOC yang ke 14 yang saat itu memerintah, yakni Cornelis Janszoon Speelman.
Dalam proses pembangunannya, Belanda sendiri memerintahkan seorang arsitek bernama Hendrick Loocaszoon Cardeel untuk merancang bangunannya.
Di masanya, keberadaan benteng ini membuat posisi Belanda di Banten menjadi kuat. Ketika itu, Belanda benar-benar bisa memonopoli perdagangan lada dan merica yang berasal dari Lampung kemudian kembali dijual kepada pedagang-pedagang asing yang berasal dari Cina, Malaysia, Arab, India dan Vietnam.
Benteng ini juga menjadi saksi bisu kelicikan Belanda dalam mengadu domba Sultan Haji dengan sang ayah, yakni Sultan Ageng Tirtayasa. Kala itu, sultan Haji memang memiliki kedekatan dengan Belanda, berbeda dengan sang ayah yang benar-benar tegas dalam hal politik dengan Belanda.
Adu domba tersebut akhirnya mencapai puncaknya ketika terjadi perang saudara antara anak dan ayah yang berujung pada keruntuhan Kesultanan Banten. (***)
















