BANTENRAYA.COM – Warga Kota Serang mengeluhkan penumpukan sampah di lingkungannya.
Tidak hanya menimbulkan bau tidak sedang di rumahnya, sampah-sampah ini juga akan menyumbat aliran air yang mengarah ke Kompleks Untirta Pakupatan dan menyebabkan banjir.
Wahyu Wiguna, warga Jalan HM Efendi, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mengaku jengkel dengan adanya sampah-sampah yang dibuang di lahan yang persis berada di depan rumahnya.
Setiap keluar rumah, pemandangan sampah itu yang selalu dia lihat. “Masyarakat buang sampah di situ sudah bertahun-tahun,” ujar Wahyu.
Namun persoalan bukan hanya dia yang dirugikan. Wahyu mengatakan, sampah-sampah yang dibuang itu berada persis di pinggir aliran air yang alirannya akan mengarah ke Kompleks Untirta Pakupatan.
Baca Juga: Kanwil DJP Banten Tambah Dua Tax Center, Wujudkan Generasi Emas Sadar Pajak 2045
Di mana aliran sungai ini kerap meluap ketika hujan deras turun dan banjir akan menggenangi rumah-rumah di kompleks tersebut.
Bila air meluap, maka sampah-sampah dari depan lahan yang berada di depan rumah Wahyu itu akan terbawa aliran air dan kemudian menjadi sampah yang menumpuk di hilir.
Karena itu menurutnya masalah ini menjadi masalah bagi orang banyak juga bukan hanya dirinya.
“Ada solokan yang muaranya ke Untirta jadi akan numpuk sampah di situ,” katanya.
Dosen Universitas Bina Bangsa ini mengatakan, dia sudah beberapa kali menegur warga yang buang sampah sembarangan di dekat aliran air ini.
Namun mereka cuek dan tidak peduli. Dia pun berharap Ketua RT bisa memberikan solusi atas permasalahan ini.
Baca Juga: Fakta Besaran Gaji Polisi Usai Briptu Rian Dwi Wicaksono Dibakar Hidup-Hidup Oleh san Istri
Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang juga perlu turun tangan agar sampah-sampah seperti ini tidak mengotori aliran air apalagi menghambat jalannya air.
Sebab hal itu bisa menyebabkan banjir di area yang dilintasi oleh aliran air tersebut. (***)


















