BANTENRAYA.COM– Masyarakat Kota Cilegon mengeluhkan sulit untuk mendapatkan elpiji ukuran 3 kilogram sejak satu minggu terakhir ini.
Seperti yang dirasakan Ina, mengaku kesulitan mencari elpiji ukuran 3 kilogram di sekitar rumahnya, karena stok warung kosong.
“Carinya susah, biasanya ke warung dekat rumah itu banyak stoknya tapi ini lagi pada kosong,” kata Ina kepada Banten Raya, Minggu 9 Juni 2024.
Baca Juga: Tak Boleh Titip Menitip, Sekda Kota Cilegon Ingatkan Pejabat Soal PPDB
Dirinya mengatakan kalau sekali ada elpiji ukuran 3 kilogram, harganya naik, berbeda dari harga normal.
“Sekalinya ada elpiji harganya naik dua ribu jadi 27 ribu dari harga normal 25 ribu,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, untuk membeli elpiji 3 kilogram tersebut harus keliling terlebih dahulu ke warung-warung, karena tidak semua warung stoknya tersedia.
Baca Juga: Kisah Pilu Jahudin Petani Bayah Berjuang Melawan Tumor Ganas, Butuh Bantuan untuk Operasi
“Ini cari gas di mana-mana juga tidak ada, pada kosong semua. Jadi bingung mau cari kemana lagi, harus keliling,” ungkapnya.
Ina mengaku ini menyulitkan untuk masyarakat, terutama karena elpiji untuk kebutuhan dasar seperti memasak bahan makanan menjadi berantakan dan tidak bisa digunakan.
Sementara itu, Lidya sebagai penjual elpiji 3 kilogram di warungnya menjelaskan, memang stoknya menipis sudah satu minggu terakhir ini.
Baca Juga: Jadi Lawan Terberat Airin di Pilgub Banten, Arief-Dimyati akan Jadi Kutub Baru
“Kalau karena apa stoknya sedikit itu kurang tau ya, cuma yang biasa antar elpiji ke warung itu memang bilang kalau stoknya sedikit dan harus dibagi ke warung lainnya,” jelasnya.
Kata dia, stok di warungnya juga menipis, biasa di kirim 20-25 elpiji, karena stok langka hanya di kirimkan 5-10 elpiji saja.
“Ya karena langka itu jadi pengiriman juga ga banyak, paling 5-10 elpiji. Pembeli banyak, tapi di kirim cuma segitu, saya juga bingung ya,”
Baca Juga: Gua Jepang Terbengkalai di Kecamatan Pulomerak, Kini jadi Sarang Konten Misteri dan Nomor Buntut
Karena kelangkaan elpiji tersebut, Lidya mengatakn beberapa pedagang menjual sampai 27 ribu, imbas dari sulitnya mencari elpiji 3 kilogram.
Pembeli dan pedagang berharap supaya elpiji ukuran 3 kilogram menjadi harga normal, tidak ada kenaikan harga dan kelangkaan.
“Semoga stok kembali normal seperti sebelumnya, jadi kami juga mendapatkan stok yang banyak dan pembeli juga aman,”***


















