BANTENRAYA.COM – Batu Bolong atau Gua Jepang diyakini warga menjadi salah satu situs sejarah sejak zaman kolonial belanda yang terletak di Lingkungan Batu Bolong Sukasari, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak.
Keberadaan Gua Jepang tersebut kini tidak terurus dan hanya menjadi sebuah gua yang kumuh dan sering dijadikan tempat konten mistis saja.
Gua Jepang sendiri memiliki pintu masuk dengan ketinggian dan lebar 1 meter saja. Bentuk gua memanjang membentuk huruf Y dengan ketinggian goa 2,5 meter saja dengan kedalaman hanya sekitar 4 sampai 5 meter.
Baca Juga: Diduga Aniaya Karyawan Bank, Bacaleg DPRD Lebak Ini Dilaporkan ke Polisi
Berdasarkan penuturan kisah masyarakat setempat, Gua Jepang sendiri sudah ada sejak pemerintahan Belanda.
Dimana, diyakini menjadi tempat penyimpanan logistik dan juga tempat persembunyian pemantauan di sekitaran pesisir Merak karena letaknya yang menghadap ke laut.
Letak Gua Jepang itu ada di Gunung Batu sebuah gunung dengan tekstur batuan andesit dan koral, sehingga suhu ruang di dalam goa terasa cukup dingin, juga tahan dari longsor.
Baca Juga: Tragis! Diduga Ditolak Bercinta, Suami Tusuk Perut Istri Muda Pakai Pisau
Daus warga setempat menjelaskan, keberadaan gua tersebut sekarang tidak terurus dan terbengkalai. Bahkan, di dalam gua juga cukup banyak sampah berserakan.
“Tidak ada yang mengurus dan banyak sampah,” katanya, Minggu 9 Juni 2024.
Daus menyatakan, gua yang memiliki nilai sejarah itu keberadaanya hanya untuk membuat konten mistis saja, sesekali memang ada orang yang iseng untuk meminta nomor buntut dan lainnya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha dan Pengaruh Cuaca Buruk, Harga Sayuran di Lebak Melonjak
“Yah buat konten saja kadang ada yang kesini, termasuk juga hal mistik aneh lainnya,” paparnya.
Daus menyatakan, ada banyak versi cerita tentang Gua Jepang tersebut, disebut Gua Jepang karena saat penjajahan Jepang menjadi tempat pelarian para tentara belanda.
Ada juga versi tempat persembunyian para ulama dulu dari pengejaran tentara Belanda, serta sebagai tempat logistik pada masa kerja paksa atau Romusha.
Baca Juga: Ratusan Atlet Terbaik Dikerahkan, Dispora Lebak Incar 25 Medali Emas di Kejuaraan
“Yang jelas ini banyak versi cerita dan sejarahnya. Namun, tentu karena keberadaanya yang sudah ada sejak dulu mestinya ada perhatian,” ucapnya.
Fakih warga lainnya menyatakan, karena tempatnya yang lembab, tentu saja ada banyak cerita mistis yang berkembang.
Dimana, dipercayai itu juga dihuni makhluk gaib karena kondisinya yang tidak terurus dan gelap.
Baca Juga: Jembatan Cidurian Gelap Gulita dan Rentan Begal, Polres Serang Pasang 25 Titik Penerangan Baru
“Ada saja hal aneh yang diceritakan warga. Mistisnya juga karena mungkin sudah tidak terurus dan kondisinya lembab dan bau,” pungkasnya. *
















